RakyatPos.id – Iran menegaskan tidak akan membiarkan wilayahnya dikuasai Amerika Serikat (AS) jika perang meningkat menjadi invasi darat. Militer Iran akan mengebom wilayahnya sendiri daripada membiarkan pasukan AS merebutnya.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan di tengah memanasnya perang Iran-AS yang memunculkan spekulasi kemungkinan dilakukannya operasi darat terbatas oleh militer AS. Teheran menegaskan bahwa strategi ini adalah bagian dari logika perang untuk menggagalkan upaya menduduki wilayahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika Amerika menduduki wilayah kami, kami malah akan mengebom wilayah kami sendiri. Ini logika perang,” kata juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami Nia, dalam wawancara dengan televisi pemerintah, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Meningkatnya konflik kedua negara membuka kemungkinan terjadinya perang darat yang lebih luas di kawasan Teluk Arab. Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang melibatkan lebih banyak negara di kawasan.
Surat kabar Washington Post, mengutip seorang pejabat AS, melaporkan bahwa Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sedang mempersiapkan sejumlah opsi untuk operasi darat di Iran. Namun, skenario ini dikatakan tidak mencakup invasi penuh.
Operasi darat terbatas ini diperkirakan akan melibatkan ribuan personel dan dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Sementara itu, Gedung Putih menyebut Pentagon telah mengajukan sejumlah “opsi maksimal” kepada Presiden Donald Trump.
“Ini tidak berarti presiden telah mengambil keputusan,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Dalam pernyataan terbarunya, Jumat (24/7/2026), Trump menyebut Iran serius untuk melanjutkan kembali perundingan gencatan senjata. Inilah alasan Trump menunda serangan besar-besaran terhadap Iran.
“Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka menjadi lebih serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas,” kata Trump.
“Saya pikir masalah-masalah tersebut jauh lebih serius daripada yang pernah kita lihat. Namun bukan berarti kita berhenti di situ. Kita lihat saja apa yang terjadi,” katanya, melanjutkan.
Ketika ditanya apakah dia memutuskan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, Trump menjawab tidak.
“Kita bisa bawa ke tingkat yang jauh lebih tinggi kalau kita mau, kita siap melakukannya. Kita siap dan siap bertindak,” ujarnya.
















