Ringkasan Berita:
- Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memastikan lahan seluas 179 hektar untuk pembangunan shelter korban banjir di Aceh Tamiang siap digunakan tanpa kendala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Pemerintah menargetkan pembangunan 4.159 unit rumah, dengan rincian 108 rumah dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi dan sisanya dilanjutkan oleh pemerintah.
- Warga ditargetkan mulai menempati kompleks perumahan tersebut secara bertahap pada tahun 2026, sedangkan seluruh pembangunan ditargetkan selesai pada tahun 2027 dengan status hak atas tanah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
RakyatPos.id – Pemerintah memastikan seluruh lahan untuk pembangunan rumah permanen korban banjir di Aceh Tamiang siap digunakan.
Dengan kepastian tersebut, pembangunan perumahan tersebut diminta segera dipercepat tanpa terkendala permasalahan lahan.
Sebanyak 179 hektar lahan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan 4.159 KK terdampak bencana.
Sebagian rumah dibangun atas dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi, sedangkan sisanya akan dilanjutkan oleh pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan separuh kebutuhan perumahan selesai pada tahun 2026 dan seluruhnya selesai pada tahun 2027.
Pemerintah juga memastikan status hak atas tanah akan disesuaikan dengan kondisi kepemilikan tanah.
Baca juga: VIDEO – Lahan Huntap di Aceh Tamiang kini sudah tersedia, pemerintah diminta mempercepat pembangunan
Warga ditargetkan mulai menempati kompleks perumahan secara bertahap setelah infrastruktur dasar selesai dibangun.
Penempatannya dilakukan dengan mempertimbangkan kedekatan dengan sumber penghidupan dan keamanan dari risiko banjir.
“Kami pastikan lahan di Aceh Tamiang untuk Huntap siap pakai 100 persen. Tidak ada lagi kendala terkait ketersediaan lahan.
Oleh karena itu, kami meminta seluruh rekan di pemerintahan untuk segera mempercepat pembangunan.
“Tidak ada alasan lagi karena lahan sudah siap,” kata Nusron saat meninjau salah satu lokasi pembangunan perumahan di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (23/7/2026).
Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 179 hektar untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi 4.159 kepala keluarga terdampak bencana.
Baca juga: Forkopimda Bahas Masa Depan Aceh Tamiang Pasca Banjir, Huntap Jadi Prioritas Pemulihan Jangka Panjang
Lahan tersebut berasal dari sejumlah perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah di lahan milik PT Perkebunan Nusantara I seluas 10 hektare. Di lokasi ini rencananya akan dibangun sekitar 500 unit hunian.
Nusron mengatakan, telah dibangun 108 unit rumah di atas tanah tersebut, yang dibangun atas dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi.

















