RakyatPos.id – Salah satu keluarga Sutrimo, mantan penjaga rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, yang meninggal di depan klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengungkap momen-momen terakhir korban sebelum meninggal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahan Instagram @kementerian_kurangajar, Minggu (26/7), Kamis (23/7) sekitar pukul 05.00 WIB, korban sempat menelepon adik iparnya.
Dan Sutrimo ditemukan tewas sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurut kakak ipar Sutrimo, korban sempat curhat kepada temannya Soim bahwa dirinya dijanjikan mobil, namun hingga saat ini mobil tersebut belum juga datang.
“Dan Sutrimo pernah bertengkar dengan ipar Pak Febrie Adriansyah karena masalah proyek batu bara di Jambi dan almarhum selalu ketakutan,” kata akun ini.
“Sampai almarhum meninggal, dia tidak pernah akur dengan kakak ipar Pak Febrie Adriansah,” jelas akun ini lagi.
Klinik Febrie
Berdasarkan keterangan Agus seperti tertulis di akun Instagram @kementerian_kurangajar, mantan pegawai Klinik Mordent, korban Sutrimo, sudah 2 tahun bekerja di Klinik Mordent.
Klinik Mordent juga disebut sudah tutup atau tidak beroperasi lagi.
Menurutnya, Sutrimo sehari-hari tinggal di Klinik Mordent milik Febrie Adriansyah.
Agus bekerja di Klinik Mordent selama 5 tahun dan keluar dari sana sekitar 2 tahun yang lalu.
Diduga olah TKP dilakukan di klinik tersebut
Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya diduga sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan jenazah Sutrimo.
Sejumlah personel polisi terlihat melakukan serangkaian penyelidikan di lokasi pada Minggu malam (26/7) sekitar pukul 19.00 WIB.
















