RakyatPos.id – Sudah lebih dari tiga hari, penyebab meninggalnya Sutrimo masih menjadi misteri. Identitas dan asal usul pria ini belum terungkap secara resmi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang beredar menyebutkan Sutrimo merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Namun polisi masih menyelidiki kabar tersebut. Pengacara Febrie, Febri Diansyah pun mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
Di tengah teka-teki tersebut, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri kembali ke Klinik Estetika Mordent, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7), untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kedua. Investigasi TKP perdana dilakukan Polri pada Minggu (26/7) malam.
Berdasarkan pantauan Coil di lokasi, setelah olah TKP selesai, terlihat sepotong plastik transparan yang diduga berisi barang-barang yang diamankan pada olah TKP pertama, Minggu (26/7).
Di dalam plastiknya terdapat bantal berwarna hijau. Selain itu, juga terlihat botol berwarna putih dengan tutup berwarna biru yang masih terlihat berisi cairan. Sejumlah barang lain juga terlihat di dalam plastik transparan tersebut.
Belum diketahui apakah barang-barang tersebut ada kaitannya langsung dengan penyebab meninggalnya Sutrimo. Polisi juga belum membeberkan hasil pemeriksaan forensik maupun fungsi barang yang ditemukan dari lokasi.
Sementara berdasarkan pantauan Kumparan, saat keluar lokasi, penyidik juga membawa empat kantong kertas yang diduga berisi barang bukti olah TKP lebih lanjut. Barang-barang tersebut kemudian dibawa untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Forensik.
Kepala Subunit Resmob 1 Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Roby Pasha belum bersedia menjelaskan hasil olah TKP maupun barang bukti yang diamankan.
“Ini masih dalam tahap penyidikan, nanti kami akan ke Kabag Humas atau pimpinan kami untuk menjelaskannya,” kata Roby saat ditemui di lokasi.
Saat ditanya kemana barang bukti itu akan dibawa, Roby menjawab singkat.
“Ke Labfor,” katanya sambil berjalan pergi.
Tim Puslabfor Bareskrim Polri tiba di Klinik Mordent Esthetic sekitar pukul 12.00 WIB untuk melakukan olah TKP kedua terkait penyidikan kematian Sutrimo. Sejumlah personel Puslabfor bersama penyidik Polres Metro Jakarta Selatan memasuki area klinik yang masih dipasang garis polisi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Klinik tersebut telah ditutup oleh polisi selama beberapa hari terakhir. Polisi sebelumnya telah melakukan olah TKP awal, memeriksa sejumlah saksi, dan berupaya mengumpulkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
“Kami olah TKP. Setelah mendapat informasi, setelah dilakukan pengecekan di TKP, kami kemudian mencoba mencari informasi di sekitar TKP, saksi-saksi dan CCTV,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah.
Dia mengatakan, penyidik masih mendalami keterangan saksi dan mencari rekaman CCTV yang bisa membantu mengungkap penyebab kematian korban.
Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri dengan hidung dan mulut berbusa di halaman Mordent Esthetic Clinic pada Kamis (23/7). Korban kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di RS tersebut.
Hingga kini Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab meninggalnya Sutrimo. Penyidik juga mendalami informasi yang beredar terkait identitas korban, termasuk kabar Sutrimo adalah Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Polisi juga memeriksa saksi, rekam medis, riwayat perintah ambulans, dan lokasi awal ditemukannya korban.
















