Gubernur Nawipa: Tidak Ada Anak yang Kehilangan Kesempatan Belajar

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH menyatakan, tidak boleh ada anak di wilayah pemerintahannya yang kehilangan kesempatan belajar karena kondisi ekonomi, tempat tinggal, disabilitas, atau latar belakang keluarga.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Nawipa dalam sambutan yang disampaikan Staf Ahli Gubernur II, Ukkas, S.Sos, M.KP, saat membuka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Provinsi Papua Tengah.

Peringatan Hari Anak Nasional di Provinsi Papua Tengah tahun ini digelar di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire SP1, Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Kamis (23/7/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah berkomitmen meningkatkan kualitas anak melalui pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan layanan penguatan keluarga.

Demikian pula ketersediaan guru, fasilitas pembelajaran, buku dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak harus terus ditingkatkan.

“Anak-anak merupakan bagian penting dalam pembangunan Papua Tengah. Masa depan daerah ini ditentukan oleh pendidikan, kesehatan, perlindungan dan pembentukan karakter yang mereka terima sejak dini,” kata Ukkas menyampaikan pesan Gubernur Nawipa.

Ia menegaskan, setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, mendapat layanan pendidikan dan kesehatan, menyampaikan pendapat, serta dilindungi dari kekerasan, diskriminasi, perundungan, dan eksploitasi.

Menurutnya, rumah harus menjadi tempat yang aman. Sekolah harus menjadi tempat pembelajaran yang sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Namun pemenuhan hak anak bukan hanya tanggung jawab orang tua saja. Pemerintah, sekolah, lembaga adat, lembaga keagamaan, dunia usaha dan seluruh masyarakat harus berperan.

“Budaya membaca, kemampuan mengemukakan pendapat, kreativitas, dan pengenalan bahasa dan budaya daerah juga harus dikembangkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, kehadiran anak penyandang disabilitas menegaskan bahwa setiap anak mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk belajar, berpartisipasi dan mengembangkan potensinya.

“Anak-anak Papua Tengah yang saya sayangi dan banggakan, belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, menjaga kesehatan, dan menjalin persahabatan yang baik,” ujarnya.

Gubernur Nawipa juga berpesan kepada anak-anak di Provinsi Papua Tengah untuk menggunakan telepon seluler, internet, dan media sosial secara bertanggung jawab. Jangan gunakan teknologi untuk menghina, mempermalukan atau menindas teman.

“Jika Anda mengalami kekerasan, diskriminasi, perundungan, atau merasa tidak aman, jangan takut untuk berbicara dengan orang tua, guru, pendamping, atau petugas terpercaya. Anda berhak mendapatkan bantuan dan perlindungan,” kata Ukkas.

Selain itu, orang tua diingatkan untuk memberikan waktu, perhatian, kasih sayang dan teladan kepada anaknya. Disiplin harus diterapkan dengan cara yang mendidik, bukan melalui kekerasan fisik atau ucapan yang menghina.

Guru dan tenaga kependidikan diminta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, ramah anak, dan bebas bullying. Setiap laporan kekerasan harus ditanggapi dengan serius dan mengutamakan keselamatan anak.

Kepada seluruh perangkat daerah, Gubernur Nawipa meminta agar kepentingan anak menjadi bagian dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah
Unit Militer Rusia Terbakar di Engels, Drone Menyerang Gudang Wildberry Yekaterinburg
Pemkab Aceh Jaya Ikuti Evaluasi SAKIP 2026, Targetkan Predikat BB
450 Penyuluh Pertanian Se-Aceh Dilantik, Aceh Besar Dorong Percepatan Swasembada Pangan
Wagub Geley: Pengelolaan SDA Harus Berbasis Keadilan bagi OAP
Beberapa pelanggan Amazon Prime menghadapi batas waktu 27 Juli untuk mengklaim hingga $51
Febrie Diduga Terlibat TPPU Saat Menjabat Jaksa
Peminjam Pinjaman Pelajar Menghadapi Aturan Pembayaran Baru

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:55 WIB

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:39 WIB

Unit Militer Rusia Terbakar di Engels, Drone Menyerang Gudang Wildberry Yekaterinburg

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:36 WIB

Pemkab Aceh Jaya Ikuti Evaluasi SAKIP 2026, Targetkan Predikat BB

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:06 WIB

450 Penyuluh Pertanian Se-Aceh Dilantik, Aceh Besar Dorong Percepatan Swasembada Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:54 WIB

Wagub Geley: Pengelolaan SDA Harus Berbasis Keadilan bagi OAP

Berita Terbaru

HEADLINE

Wagub Geley: Pengelolaan SDA Harus Berbasis Keadilan bagi OAP

Sabtu, 25 Jul 2026 - 18:54 WIB