RakyatPos.id – Pakar telematika Roy Suryo menunjukkan ijazahnya ke publik setelah dituding palsu oleh pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Dia menantang siapa pun untuk menguji ijazahnya secara forensik.
Ada tiga ijazah yang diserahkan Roy Suryo, yakni S1 dari Universitas Gadjah Mada (UGM), S2 dari UGM, dan S3 dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tolong difoto, tolong dianalisa, silakan diuji ELA, silakan diuji luminance gradiennya, silakan diuji apa saja,” kata Roy Suryo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menurut dia, laporan tujuh pendukung Jokowi ke polisi diterima SPKT Polda Metro Jaya dengan nomor STTLP/B/114/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Ia juga menyerahkan bukti-bukti berupa tangkapan layar, link website, dan transkrip pernyataan.
“Penelitian yang awalnya kami bertiga lakukan dan didukung oleh tim akademisi dan dari TPUA serta tim aktivis adalah tentang dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang kesimpulannya 99,9 persen palsu.
Dengan menunjukkan ijazah, kata dia, semua pihak bisa menguji keaslian dan kebenarannya.
“Itulah orang-orang yang kami laporkan, dan penjelasan detailnya ada di laporan polisi Nomor STTLP/B/114/2026 SPKT Polda Metro Jaya. Ada dua klaster, pertama saya dituduh memiliki ijazah palsu, kedua saya dituduh melakukan korupsi proyek Hambalang,” jelasnya.
Diketahui, pihak-pihak yang dilaporkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (menpora) itu antara lain A, B, D, F, L, U, dan V.
















