Populi Center Mengingatkan Pejabat Negara adalah Pegawai Negeri

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga riset Populi Center mengingatkan bahwa politisi yang terpilih menjadi penyelenggara negara adalah pelayan publik. Peneliti Senior Populi Center Azriansyah mengatakan logika demokrasi erat kaitannya dengan akuntabilitas.

“Jika kita ingin membangun demokrasi yang kuat, maka perlu diingat bahwa politisi adalah pelayan dan kita sebagai pemilih dilayani oleh mereka,” kata Azriansyah dalam diskusi tersebut. pandangan demokrasi di Indonesia dan Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Populi Center, di Jakarta, pada Kamis, 8 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gulir ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menegaskan, pejabat negara tidak perlu disembah. Politisi tidak perlu diidolakan. “Mereka adalah pelayan rakyat dan kita membayarnya melalui pajak kita, kecuali kita tidak membayar pajak,” kata Azriansyah.

Ia kemudian menyinggung seruan yang digembar-gemborkan pada masa Perang Kemerdekaan Amerika, yaitu “tidak ada pajak tanpa perwakilan” alias “menolak pajak tanpa keterwakilan rakyat”.

Menurut Azriansyah, logika demokrasi seperti ini juga perlu diterapkan di Indonesia. “Anda (pemerintah) boleh memungut pajak dari kami, tapi begitu Anda memungut pajak dari kami, maka Anda setuju menjadi pelayan kami,” ujarnya.

Senada dengan tiga catatan tersebut, Senior Fellow Populi Center Thomas Pepinsky juga memandang masyarakat Indonesia perlu menanamkan keyakinan bahwa pejabat publik bekerja untuk rakyat. “Politisi adalah pegawai dan rakyat bisa memecatnya,” kata Thomas.

Dia mengingatkan, masyarakat bisa mencopot pejabat negara dari jabatannya jika berperilaku tidak pantas. “Menurut saya, itulah kualitas inti demokrasi yang tidak ada di Indonesia,” ujarnya.

Artikel Populi Center Ingatkan Pejabat Negara Jadi Pegawai Negeri pertama kali muncul di RedaksiPOS News.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ditengah Pemeriksaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung Siapkan Mobil Tahanan
Kehadiran Bobon Santoso dan Pangdam Cenderawasih dinilai bisa menjadi pengalih perhatian
Keputusan Sony untuk membuang cakram tidak bisa dihindari, menurut data
Kejaksaan Agung membuka peluang penangkapan paksa Febrie Adriansyah
Eksekutif Nassau County Bruce Blakeman membela penggunaan iklan kampanye yang dibuat oleh AI; Gubernur Hochul menyebutnya berbohong
Perjuangan Mulia, Bocah Sikundo mempertaruhkan nyawanya melintasi jembatan kabel untuk pergi ke sekolah dan bermain
Kadisdikbud Papua Tengah: KPG Ciptakan Guru Berkualitas
Berkas Kasus Klaster Jokowi Kurnia Tri Cs Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:02 WIB

Ditengah Pemeriksaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung Siapkan Mobil Tahanan

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:42 WIB

Kehadiran Bobon Santoso dan Pangdam Cenderawasih dinilai bisa menjadi pengalih perhatian

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:31 WIB

Keputusan Sony untuk membuang cakram tidak bisa dihindari, menurut data

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Agung membuka peluang penangkapan paksa Febrie Adriansyah

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

Eksekutif Nassau County Bruce Blakeman membela penggunaan iklan kampanye yang dibuat oleh AI; Gubernur Hochul menyebutnya berbohong

Berita Terbaru