Lelucon Pandji seharusnya ditanggapi dengan diskusi dan kontra narasi, bukan melalui laporan polisi

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Candaan atau materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono yang menyinggung banyak tokoh politik dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) terkait jatah pertambangan sebaiknya disikapi secara intelektual.

Hal tersebut disampaikan intelektual muda NU Muhammad Sutisna saat menanggapi laporan ke polisi terhadap Komika Pandji yang dilakukan Aktivis Muda NU.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini menunjukkan ketidakmampuan berdebat secara intelektual. Peristiwa seperti Mens Rea harusnya dihadapkan pada diskusi atau kontra narasi jika dirasa ada yang tidak beres,” kata Sutisna kepada RMOL di Jakarta, Kamis malam, 8 Januari 2026.

Menurutnya, pelaporan ke polisi merupakan jalan pintas yang menunjukkan lemahnya argumentasi dan ketidaksiapan wacana publik.

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, langkah yang dilakukan Aktivis Muda NU justru menimbulkan citra anti-kritis.

Tindakan ini menimbulkan persepsi masyarakat bahwa NU adalah kelompok yang anti kritis dan represif. Hal ini merugikan citra NU di mata generasi Z dan milenial yang menghargai kebebasan berekspresi, jelasnya.

Lebih lanjut, Sutisna menegaskan, pemberitaan tersebut hanyalah tindakan yang membuang-buang tenaga, mengingat masih banyak permasalahan yang lebih krusial bagi masyarakat.

Khususnya mengenai Bencana Sumatera yang saat ini memerlukan perhatian mendalam. Hal ini menghabiskan tenaga untuk menghadapi Pandji dan menunjukkan disorientasi perjuangan di kalangan pemuda, tutupnya.

Presidium Angkatan Muda NU Rizki Abdul Rahman Wahid sebelumnya telah membuat laporan ke polisi terkait candaan Pandji di Mens Rea yang dianggap memfitnah NU.

“Kami memberitakan tuduhan-tuduhan yang merendahkan martabat, fitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Ini berpotensi memecah belah bangsa,” kata Rizki kepada wartawan.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 8 Januari 2026.

Sumber:


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Tanpa rompi dan borgol saat ditahan, DPP IMM meminta Kejagung tidak memberikan keistimewaan khusus kepada Febrie
Jajak pendapat Fox News menunjukkan dukungan terhadap Trump rendah ketika Partai Demokrat memimpin pemungutan suara di DPR
UNIKI Bireuen Lepas Kontingen Peksimid Aceh
Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah
Unit Militer Rusia Terbakar di Engels, Drone Menyerang Gudang Wildberry Yekaterinburg
Pemkab Aceh Jaya Ikuti Evaluasi SAKIP 2026, Targetkan Predikat BB
450 Penyuluh Pertanian Se-Aceh Dilantik, Aceh Besar Dorong Percepatan Swasembada Pangan
Wagub Geley: Pengelolaan SDA Harus Berbasis Keadilan bagi OAP

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:31 WIB

Tanpa rompi dan borgol saat ditahan, DPP IMM meminta Kejagung tidak memberikan keistimewaan khusus kepada Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:12 WIB

Jajak pendapat Fox News menunjukkan dukungan terhadap Trump rendah ketika Partai Demokrat memimpin pemungutan suara di DPR

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:11 WIB

UNIKI Bireuen Lepas Kontingen Peksimid Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:55 WIB

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:39 WIB

Unit Militer Rusia Terbakar di Engels, Drone Menyerang Gudang Wildberry Yekaterinburg

Berita Terbaru

HEADLINE

UNIKI Bireuen Lepas Kontingen Peksimid Aceh

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:11 WIB