Donald Trump telah menyuarakan penolakan keras terhadap penayangan foto-foto yang terdapat dalam berkas investigasi terkait Jeffrey Epstein kepada publik, dengan menyatakan bahwa merilis gambar-gambar tersebut secara tidak adil dapat merusak reputasi dan menyesatkan publik.
Berbicara kepada wartawan di Florida, Trump mengatakan bahwa mempublikasikan foto-foto ini “sangat buruk,” dan menekankan bahwa tidak semua orang yang berfoto bersama Epstein sadar atau terlibat dalam perilaku kriminalnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Trump: Saya Tidak Suka Melihat Foto Siapa Pun Ditampilkan
Trump mengatakan keberatannya berlaku secara luas, tidak hanya pada individu tertentu yang disebutkan dalam dokumen tersebut. Merujuk pada gambar mantan Presiden AS Bill Clinton yang disertakan dalam dokumen Epstein, Trump mengatakan dia merasa tidak nyaman dengan publikasi tersebut.
“Saya tidak suka melihat foto-foto Bill Clinton ditampilkan. Saya juga tidak suka melihat foto orang lain ditampilkan. Saya pikir itu adalah hal yang sangat buruk,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa konteks sering kali hilang ketika gambar-gambar tersebut dipublikasikan ke publik.
Trump: Beberapa Orang Mungkin Tidak Menyadarinya
Presiden berpendapat bahwa banyak orang mungkin telah bertemu Epstein secara sosial atau profesional tanpa mengetahui dugaan kejahatannya.
Trump mengatakan merilis foto tanpa menjelaskan keadaan pengambilannya berisiko menimbulkan kesan palsu dan secara tidak adil mengaitkan orang dengan aktivitas kriminal Epstein.
Latar Belakang Kasus Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan gadis di bawah umur—beberapa di antaranya berusia 14 tahun—dan menjalankan jaringan perdagangan seks. Dia ditemukan tewas di selnya di Pusat Pemasyarakatan Metropolitan di Manhattan pada 10 Agustus 2019, saat menunggu persidangan.
Dokumen pengadilan yang terkait dengan kasus ini menyebutkan sejumlah tokoh penting di bidang politik, bisnis, dan hiburan, meskipun pihak berwenang AS telah berulang kali menyatakan bahwa kemunculan dalam berkas tersebut tidak berarti melakukan pelanggaran pidana.
Temuan FBI dan Debat Publik
Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Kehakiman AS menyimpulkan bahwa tidak ada bukti adanya “daftar klien” rahasia dan menetapkan bahwa Epstein meninggal karena bunuh diri.
Terlepas dari temuan resmi, perhatian baru terhadap berkas Epstein telah menghidupkan kembali perdebatan publik. Komentator Tucker Carlson menuduh Epstein memiliki hubungan intelijen asing, sementara The Wall Street Journal melaporkan klaim yang melibatkan rekan Epstein, Ghislaine Maxwell—klaim yang dibantah Trump.
Trump Bantah Melakukan Kesalahan Apa Pun
Trump secara konsisten membantah terlibat dalam kejahatan Epstein dan menegaskan kembali bahwa merilis foto tanpa konteks yang tepat akan merusak keadilan dan proses hukum.
Ia mengatakan bahwa melindungi korban harus tetap menjadi prioritas, sembari memperingatkan terhadap pengungkapan publik yang dapat merugikan orang yang tidak bersalah.
















