RakyatPos.id -Selain mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum ProJo Budi Arie Setiadi menyinggung soal kudeta.
Mantan ajudan Presiden RI, Prabowo Subianto, bahkan menyebut proses pemilu 2029 bisa dipercepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apalagi, Budi Arie mengatakan saat ini masyarakat kurang senang dengan kondisi perekonomian Indonesia.
Budi bahkan menyeret peristiwa tergulingnya Presiden ke-2 Soeharto pada tahun 1998.
Budi mengatakan, kondisi saat ini hampir sama dengan krisis tahun 1998.
Tadi saya bisik ke Pak Jokowi, 'Pak kok insting saya lebih cepat dari tahun 2029?' Apakah kita mau? “Kami belum tentu mau,” kata Budi Arie.
“Kita masih bilang, 'Oh, ini Pemilu 2029, Pemilu 2029'. Kalau ada percepatan bagaimana? Siap atau tidak?” dia menambahkan.
Menjadi sorotan karena Jokowi duduk tepat di sebelah Budi Arie Setiadi.
Publik pun menilai pernyataan tersebut menunjukkan kondisi perpecahan antara Jokowi dan Prabowo Subianto setelah hampir 2 tahun pemilu presiden 2024.
Namun hal itu dibantah Sekretaris Jenderal DPP Projo Fredy Alex Damanik.
Fredy mengatakan, video yang beredar bukanlah rekaman utuh dan berbentuk potongan-potongan.
Pertama, video tersebut bukan video utuh, tapi sebenarnya menjelaskan berbagai kemungkinan, kata Fredy dalam video, Selasa (25/8/2026).
Fredy kemudian mengatakan, forum tempat Budi menyampaikan pandangannya merupakan acara silaturahmi dalam rangka Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan para relawannya.
Dalam forum tersebut, lanjutnya, terjadi diskusi internal singkat yang memotret situasi nasional saat ini. Peserta mendiskusikan berbagai masukan untuk menyikapi situasi saat ini guna memetakan permasalahan dan solusinya.
Masukan ini sengaja disampaikan kepada Jokowi agar bisa sampai ke telinga Presiden saat ini, Prabowo Subianto, mengingat hubungan mereka dengan kedua presiden tersebut.
Hal ini disampaikan para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan beliau bersedia menyampaikannya kepada Presiden Prabowo demi kemajuan bangsa di masa depan, kata Fredy.



















