AS Memperluas Sanksi terhadap Iran, Menargetkan Jaringan Perdagangan Senjata, Rudal, Siber, dan Minyak

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Departemen Luar Negeri AS mengungkap rincian sanksi tersebut setelah Washington sebelumnya mengumumkan langkah besar untuk memperketat tekanan terhadap Iran.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Salah satu target utamanya adalah seorang pejabat militer Iran yang dikatakan bertanggung jawab atas pengadaan senjata dan mengarahkan serangan terhadap pasukan AS.

RakyatPos.id – Amerika Serikat memperluas tekanan terhadap Iran dengan memberlakukan paket sanksi baru yang menargetkan sejumlah sektor vital Teheran, mulai dari pengadaan senjata dan program rudal hingga perdagangan minyak dan operasi siber.

Departemen Luar Negeri AS mengungkap rincian sanksi tersebut setelah Washington sebelumnya mengumumkan langkah besar untuk memperketat tekanan terhadap Iran.

Salah satu target utamanya adalah seorang pejabat militer Iran yang dikatakan bertanggung jawab atas pengadaan senjata dan mengarahkan serangan terhadap pasukan AS.

Washington juga menargetkan sejumlah entitas yang berbasis di Iran. Entitas tersebut dituduh mengumpulkan informasi intelijen yang digunakan untuk menargetkan pasukan AS dan sekutunya di wilayah tersebut.

Bidik jaringan pengadaan senjata dan rudal

Sanksi juga ditujukan pada jaringan pengadaan yang menurut AS memasok program militer dan rudal Iran.

Washington menilai jaringan tersebut berperan penting dalam membantu Iran memperoleh berbagai komponen dan barang yang dibutuhkan untuk mempertahankan kemampuan militernya.

Tak berhenti di sektor militer, AS juga menyasar jaringan perdagangan minyak Iran.

Departemen Luar Negeri mengatakan ada “sekelompok besar pengirim dan perantara” yang dituduh membantu memindahkan produk minyak Iran melalui sejumlah pusat perdagangan internasional.

Rute yang disebutkan meliputi Uni Emirat Arab, China, Singapura, dan Eropa.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa tekanan Washington tidak hanya ditujukan kepada pemerintah dan aparat militer Iran, namun juga pada jaringan bisnis dan logistik yang dianggap membantu Teheran mempertahankan sumber pendapatannya.

Operasi siber Iran juga menjadi sasaran

Komponen lain dari paket sanksi berkaitan dengan keamanan siber.

Amerika Serikat menuduh Iran terlibat dalam serangkaian serangan siber terhadap infrastruktur penting AS. Tuduhan tersebut terkait dengan dakwaan FBI baru-baru ini terhadap delapan warga negara Iran.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Postingan viral menuduh Texas Roadhouse menganiaya pelanggan kulit hitam; perusahaan merespons
Cegah Karhutla: Gubernur Papua Minta Warga Tak Bakar Lahan
Tonton Pembawa Acara Tamu Jelly Roll 'Jimmel Kimmel Live'
KPK Temukan Dugaan Uang Ilegal di Bea Cukai
20 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 Bahasa Inggris Beserta Artinya, Cocok untuk Status Medsos
Bougainville Didesak Bersiap Menghadapi Kekeringan Akibat El Niño
Selain Jokowi, Ketum Projo juga menyinggung soal Kudeta Presiden
Lakers dan Hawks masih membahas penandatanganan dan perdagangan Jonathan Kuminga

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Postingan viral menuduh Texas Roadhouse menganiaya pelanggan kulit hitam; perusahaan merespons

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:32 WIB

Cegah Karhutla: Gubernur Papua Minta Warga Tak Bakar Lahan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Tonton Pembawa Acara Tamu Jelly Roll 'Jimmel Kimmel Live'

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:06 WIB

KPK Temukan Dugaan Uang Ilegal di Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:55 WIB

20 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 Bahasa Inggris Beserta Artinya, Cocok untuk Status Medsos

Berita Terbaru

HEADLINE

Cegah Karhutla: Gubernur Papua Minta Warga Tak Bakar Lahan

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:32 WIB

HEADLINE

Tonton Pembawa Acara Tamu Jelly Roll 'Jimmel Kimmel Live'

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:18 WIB

HEADLINE

KPK Temukan Dugaan Uang Ilegal di Bea Cukai

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:06 WIB

Al Jazeera - LIVE