Merauke, RakyatPos.id – Provinsi Papua Selatan telah mendapat alokasi sekitar 360 titik solar cell pada tahun 2026, untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik khususnya di sejumlah desa dan fasilitas pelayanan umum.
Kepala BP3OKP Provinsi Papua Selatan Yoseph Yanawo Yolmen mengatakan, program tersebut merupakan upaya menjawab keluhan masyarakat terkait terbatasnya penerangan di desa-desa.
Menurutnya, usulan sel surya tersebut muncul setelah pihaknya melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah di Papua Selatan. Dalam kunjungan tersebut, masyarakat mengungkapkan kesulitan belajar pada malam hari dan keterbatasan listrik di fasilitas kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di kampung-kampung banyak yang mengeluh Pak, di sini anak-anak tidak bisa belajar. Pak, di sini kita punya puskesmas yang tidak ada lampunya,” kata Yoseph Yolmen kepada RakyatPos.id, Minggu (23/8/2026).
Dikatakannya, kebutuhan listrik sangat penting bagi puskesmas karena sejumlah peralatan kesehatan memerlukan pasokan listrik secara terus menerus.
“Bagi Puskesmas penting sekali kita menyiapkan fasilitas penerangan sehingga peralatan kesehatannya harus disiapkan di freezer. Dan live 24 jam,” ujarnya.
Yolmen mengatakan, usulan penyediaan sel surya telah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Ia mengatakan, alokasi untuk Papua Selatan pada tahun ini sekitar 360 titik, sedangkan penambahan titik diharapkan dapat dilakukan pada tahun berikutnya.
Yosep Yolmen mengatakan, BP3OKP juga mengawal prosesnya agar usulan dari pemerintah daerah bisa segera direalisasikan.
Ia mengaku sudah bertemu dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan kementerian terkait untuk memastikan program tersebut berjalan.
Pak Bahlil sudah memerintahkan Wamen bersama Dirjen untuk segera melakukan eksekusi. Dan BP3OKP juga memantaunya, ujarnya.
Yolmen meminta wartawan memberikan informasi mengenai wilayah yang masih mengalami keterbatasan penerangan. Menurut dia, informasi tersebut bisa menjadi bahan BP3OKP untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Teman-teman wartawan, kami BP3OKP juga butuh masukan. Misalnya titik mana yang tidak ada lampunya, beri tahu kami,” ujarnya.
Ia berharap program penerangan ini dapat membantu aktivitas masyarakat, khususnya layanan pendidikan dan kesehatan anak di kampung-kampung Papua Selatan.



















