Update Gempa NTT: 91 Korban Meninggal, Mayoritas Lansia

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id -Jumlah korban jiwa akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus bertambah. Hingga Minggu sore, 23 Agustus 2026, total korban jiwa tercatat 91 orang.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan mengungkapkan, terdapat penambahan korban jiwa sebanyak empat orang dibandingkan hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga pukul 18.16 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 91 orang, kata Berton dalam konferensi pers online melalui kanal YouTube BNPB.

Rinciannya, korban jiwa di Manggarai 32 orang, Manggarai Timur 31 orang, Nagekeo 14 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

Dari total korban tewas, 40 orang laki-laki, 48 perempuan, dan tiga orang lainnya masih dalam proses identifikasi. Jika dilihat dari kelompok umur, angka kematian didominasi oleh kelompok rentan.

Korban meninggal sebanyak 39 orang merupakan lansia, dewasa 35 orang, anak-anak dan remaja 12 orang, balita empat orang, dan balita satu orang, jelas Berton.

Berton menjelaskan, tidak seluruh korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa material bangunan.

“Sebanyak 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung tertimpa reruntuhan, sedangkan 49 persen sisanya disebabkan dampak tidak langsung,” jelasnya.

Cedera dan Pengungsi Meledak

Selain korban jiwa, bencana ini menyebabkan 1.286 warga luka-luka. Kabupaten Manggarai Timur mencatat korban luka terbanyak mencapai 643 orang, disusul Manggarai Barat sebanyak 504 orang.

Di sisi lain, gelombang pengungsi terus bertambah. Hingga Minggu sore, tercatat 161.084 orang harus bertahan hidup di tenda darurat. Sebaran pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai (46.519 jiwa), Nagekeo (34.256 jiwa), dan Manggarai Timur (31.372 jiwa).

Atas situasi tersebut, BNPB meminta warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Namun masyarakat yang rumahnya dinyatakan aman atau tidak mengalami kerusakan struktur diperbolehkan kembali dari lokasi pengungsian.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh oleh rumor liar yang belum jelas kebenarannya, dan selalu memantau informasi resmi,” pungkas Berton.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

VIDEO Serang Suriah, Israel Diduga Seret Türkiye ke Medan Perang
Konser amal pemuda NTT Papua Selatan untuk korban gempa Flores
Kekerasan dalam hubungan intim remaja, bagian 1
Ayyoub Bouaddi: Man City menyetujui kesepakatan £86 juta untuk gelandang Lille
Upaya Indonesia dalam menangani karhutla di Kalimantan Barat menarik perhatian media Malaysia
Provinsi Papua Selatan Dapat 360 Titik Solar Cell untuk Kebutuhan Listrik
Manchester City v Bournemouth: Liga Premier – langsung | Liga Utama
Pria Kristen Juara Lomba Al-Quran, Akhirnya Bagi Hadiah Umrah ke Tetangga Muslim

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:24 WIB

VIDEO Serang Suriah, Israel Diduga Seret Türkiye ke Medan Perang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Konser amal pemuda NTT Papua Selatan untuk korban gempa Flores

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Kekerasan dalam hubungan intim remaja, bagian 1

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Update Gempa NTT: 91 Korban Meninggal, Mayoritas Lansia

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Ayyoub Bouaddi: Man City menyetujui kesepakatan £86 juta untuk gelandang Lille

Berita Terbaru

HEADLINE

Konser amal pemuda NTT Papua Selatan untuk korban gempa Flores

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:55 WIB

HEADLINE

Kekerasan dalam hubungan intim remaja, bagian 1

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:37 WIB

HEADLINE

Update Gempa NTT: 91 Korban Meninggal, Mayoritas Lansia

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:35 WIB

Al Jazeera - LIVE