Pegunungan Tinggi Bagian Barat PNG Tidak Siap Menghadapi Dampak El Niño

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – Gubernur Provinsi Dataran Tinggi Barat di Papua Nugini (PNG) menyatakan provinsinya belum siap menghadapi dampak parah fenomena cuaca El Niño yang dialami seluruh tanah air.

Saat terjadi El Niño, air laut yang lebih hangat mempengaruhi curah hujan dan pola angin, seringkali membawa kondisi lebih kering dari biasanya dan risiko kekeringan lebih tinggi di Pasifik bagian barat, seperti dikutip RakyatPos.id dari laman RNZ Pacific, Kamis (20/8/2026).

Gubernur Dataran Tinggi Barat, Wai Rapa, memperingatkan bahwa pemerintah PNG tidak memiliki dana atau sumber daya untuk menangani situasi ini.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapa mengatakan kepada Post-Courier bahwa belum ada komunikasi dari pemerintah pusat.

Ia mengatakan, musim kemarau saat ini “dalam skala yang berbeda” dibandingkan musim kemarau sebelumnya.

Rapa mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa sungai yang menyediakan air untuk ibu kota provinsi juga telah mengering.

“Kami tidak memiliki sumber daya untuk menghadapi musim kemarau,” kata Rapa seperti dikutip Post-Courier.

“Kami masyarakat dataran tinggi memelihara hewan khususnya babi, dan musim kemarau ini akan sangat berdampak pada hewan-hewan kami. Memasuki musim kemarau semakin dalam, banyak tantangan yang akan kita hadapi,” ujarnya.

Kekhawatiran yang disampaikan Rapa muncul meski pemerintah pusat mengatakan persiapan menghadapi musim kemarau sedang dilakukan.

Pada akhir bulan Juni, Perdana Menteri PNG James Marape menginstruksikan semua provinsi dan kabupaten untuk bersiap menghadapi kemungkinan musim kemarau parah yang terkait dengan El Niño.

Sebuah pernyataan dari kantor Marape pada tanggal 22 Juni mengatakan: “Perdana Menteri mengatakan Kabinet sedang meneliti pengaturan Keuangan dan Administratif yang tepat untuk mendukung Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam mempersiapkan, memitigasi dan menanggapi situasi bencana yang timbul dari kondisi kekeringan yang berkepanjangan.”

Marape juga mendesak warga Papua Nugini untuk tetap tenang, dengan mengatakan: “Inilah waktunya untuk bersiap, bukan panik.”

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Viral Isu Pelecehan Seksual, El Rumi Bantah Jadi Tokoh EJR, Segera Tunjuk Pengacara
Liga Premier: 10 hal yang harus diwaspadai saat musim baru dimulai | Sepak bola
Orkes Lae Sukhaya Gambus Menjadi Kekayaan Intelektual Komunal
Tiongkok Adalah Mitra Dagang Terbesar PNG
Tips memilih villa untuk liburan keluarga : Jangan sampai salah booking
70 Mahasiswa UNIKI Ikuti PLP I, Dibekali Pengalaman Sebelum Masuk Sekolah
Sindiran juri tentang terdakwa yang diborgol menunda persidangan pembunuhan di Milwaukee
Lonjakan Titik Panas Mengancam Anak-Anak dan Memperburuk Ketimpangan Gender

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Viral Isu Pelecehan Seksual, El Rumi Bantah Jadi Tokoh EJR, Segera Tunjuk Pengacara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Liga Premier: 10 hal yang harus diwaspadai saat musim baru dimulai | Sepak bola

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Orkes Lae Sukhaya Gambus Menjadi Kekayaan Intelektual Komunal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Tiongkok Adalah Mitra Dagang Terbesar PNG

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Tips memilih villa untuk liburan keluarga : Jangan sampai salah booking

Berita Terbaru

HEADLINE

Orkes Lae Sukhaya Gambus Menjadi Kekayaan Intelektual Komunal

Jumat, 21 Agu 2026 - 14:33 WIB

HEADLINE

Tiongkok Adalah Mitra Dagang Terbesar PNG

Jumat, 21 Agu 2026 - 14:21 WIB

Al Jazeera - LIVE