Ringkasan Berita:
- Bangsawan, seorang siswa sekolah dasar di Gampong Sikundo, harus mempertaruhkan nyawanya setiap hari melintasi jembatan tali kabel yang ekstrim untuk pergi ke sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Sarana pendidikan dipindahkan ke Dusun Durian setelah banjir bandang merusak gedung sekolah dan jembatan gantung.
- Jembatan tali hanya terdiri dari dua kabel yang membentang di atas sungai yang deras.
- Warga dan pelajar berharap Presiden Prabowo Subianto membangun jembatan permanen akses pendidikan yang aman.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Sa'dul Bahri | Aceh Barat
RakyatPos.id, MEULABOH – Bagi sebagian anak, perjalanan ke sekolah merupakan rutinitas biasa. Namun bagi Bangsawan, siswa kelas VI SD Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, setiap perjalanan menuju tempat belajar membutuhkan mempertaruhkan nyawa untuk mengatasi tantangan yang tidak biasa.
Sehari-harinya, bocah yang akrab disapa Awan ini harus mempertaruhkan nyawanya melintasi jembatan tali yang terbuat dari kabel untuk menuju Dusun Durian.
Jembatan sederhana ini merupakan satu-satunya akses penghubung antara Dusun Salah Sare dan Dusun Durian di Gampong Sikundo.
Jembatan itu hanya terdiri dari dua kabel. Satu kabel berfungsi sebagai pijakan kaki, sedangkan kabel lainnya berfungsi sebagai pegangan tangan. Di bawahnya mengalir sungai yang cukup deras dan dalam.
Setiap pagi, Awan mengenakan seragam sekolah dan menunggu ibunya berangkat bersamanya ke tempat belajar yang kini dipusatkan di Aula Polindes Dusun Durian.
Meski kondisi jembatan tersebut terlihat berbahaya bagi orang yang baru melihatnya, Awan mengaku sudah terbiasa melintasinya.
Bahkan, jembatan tersebut masih ia gunakan saat bermain bersama teman-temannya di Dusun Durian.
“Pertama kali naik jembatan tali agak takut, tapi sebagai orang di sini sekarang saya tidak takut lagi karena sudah diajari,” kata Awan.
Menurut Awan, jembatan tali sudah menjadi bagian kesehariannya.
Selain digunakan untuk bersekolah, jembatan tersebut juga menjadi jalur anak-anak bermain dan berinteraksi dengan teman-teman di dusun seberang.
Baca juga: Jembatan gantung di Sikundo hanya bertahan 1 tahun, warga kembali mengandalkan tali untuk menyeberang
Sebelumnya, Awan tidak perlu melewati jembatan tali untuk menuju sekolah karena gedung SD Sikundo masih berada di Dusun Salah Sare.
Namun kondisi berubah pasca bencana banjir bandang yang merusak sejumlah fasilitas, termasuk jembatan gantung yang sebelumnya digunakan warga.
Alhasil, proses belajar mengajar dipindahkan ke Aula Polindes Dusun Durian karena mayoritas siswanya tinggal di kawasan tersebut.

















