Ringkasan Berita:
- Jembatan gantung di Gampong Sikundo, Aceh Barat, tersapu banjir bandang pada November 2025 setelah hanya bertahan sekitar satu tahun sejak dibangun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Alhasil, warga kembali menggunakan jembatan tali sebagai akses utama antar dusun.
- Termasuk bagi anak-anak sekolah, dan kami berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang lebih aman.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
RakyatPos.id, MEULABOH – Harapan masyarakat Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, untuk menikmati akses transportasi yang aman kembali pupus.
Jembatan gantung yang baru bisa dinikmati sekitar satu tahun itu tersapu banjir bandang pada November 2025.
Sehingga warga kini bergantung pada jembatan tali sebagai satu-satunya akses penghubung antar dusun.
Jembatan tali berbahan sling kabel ini menghubungkan Dusun Salah Sare dengan Dusun Durian.
Kondisinya sangat memprihatinkan karena hanya memiliki dua kabel, satu sebagai pijakan kaki dan satu lagi sebagai pegangan.
Setiap hari masyarakat harus melintasi jembatan dengan sangat hati-hati.
Warga yang membawa hasil pertanian atau kebutuhan sehari-hari harus memanggul barang di pundaknya dengan tetap menjaga keseimbangan pada kabel.
Baca juga: Sikundo kembali diisolasi setelah Jalan Jambak terputus akibat banjir
Kesalahan sekecil apa pun dapat mengancam keselamatan jiwa.
Keuchik Gampong Sikundo, Sulaiman kepada Serambinews.com, Kamis (23/7/2026), mengatakan masyarakat kembali menggunakan jembatan tali setelah jembatan gantung yang dibangun pada 2024 itu tersapu banjir bandang pada November 2025.
“Sekarang masyarakat kami harus kembali melintasi jembatan tali karena jembatan gantung yang dibangun tahun lalu hilang diterjang banjir bandang,” ujarnya.
“Saat ini warga kesulitan keluar masuk dusun tersebut, apalagi saat membawa hasil pertanian dan memenuhi berbagai kebutuhan lainnya,” kata Sulaiman.
Menurut dia, sebelum jembatan gantung itu dibangun, kondisi jembatan tali di Sikundo sempat menjadi perhatian masyarakat karena viral warga menyeberang menggunakan jembatan tali.
Berawal dari bantuan yang datang melalui donatur Buddha Tzu Chi pada tahun 2023, masyarakat akhirnya mendapatkan jembatan gantung yang dapat dilalui kendaraan roda dua yang selesai dibangun pada tahun 2024.
Baca juga: Seorang warga Beutong Ateuh Nagan Raya terjatuh ke sungai saat melintasi jembatan tali kabel

















