RakyatPos.id – Tim nasional Spanyol bersiap menantang juara bertahan Argentina di partai final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium). Dikutip dari bolaplus keberhasilan La Roja melaju ke final diraih dengan performa yang sangat meyakinkan setelah menumbangkan favorit juara lainnya, Prancis, dengan skor 2-0 di semifinal.
Sebagai jawara bertahan Eropa, anak asuh Luis de la Fuente mengusung misi besar untuk mengawinkan gelar Euro 2024 dengan trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah. Berikut adalah poin-poin krusial dari persiapan taktis dan kondisi Spanyol menjelang laga akbar hari Minggu ini:
1. Rekor Pertahanan yang Nyaris Sempurna
Kekuatan terbesar Spanyol di turnamen ini terletak pada disiplin lini belakang mereka yang sangat solid. Hingga babak semifinal, Unai Simón dan kolega mencatatkan rekor luar biasa dengan hanya kebobolan 1 gol sepanjang turnamen (saat menang 2-1 melawan Belgia di perempat final).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunci dari pertahanan rapat ini adalah koordinasi apik duet bek tengah Aymeric Laporte dan bintang muda Pau Cubarsí, serta peran Marc Cucurella yang tampil gigih di sisi kiri. Scaloni (pelatih Argentina) dipastikan harus memutar otak demi membongkar pertahanan berlapis ini.
2. Duet Lini Tengah yang Tak Tergantikan: Rodri dan Pedri
Dalam skema permainan De la Fuente—baik saat menurunkan formasi 4-3-3 maupun 4-2-3-1—posisi Rodri dan Pedri tidak pernah tersentuh. Rodri bertindak sebagai jangkar pemutus serangan sekaligus penyeimbang arah bola, sementara Pedri menjadi motor kreativitas utama tim. Kehadiran Dani Olmo di depan mereka sebagai penyerang lubang (No. 10) memberikan dinamika serangan yang sangat cair dan sulit ditebak oleh lini tengah lawan.
3. Ketajaman Mikel Oyarzabal dan Magis Lamine Yamal
Di lini serang, Mikel Oyarzabal menjadi andalan utama setelah tampil produktif di fase gugur dan memimpin daftar pencetak gol Spanyol. Pergerakannya yang membuka ruang seringkali mematikan bagi bek lawan.
Di sisi sayap, sorotan utama tertuju pada bintang muda berusia 19 tahun, Lamine Yamal. Dikutp dari ligapedia laga final ini akan menjadi momen emosional nan ikonis, mempertemukan Yamal dengan sang idola masa kecilnya yang kini memimpin Argentina, Lionel Messi. (rls)
















