Warga Maroko berdemonstrasi di Rabat untuk menuntut diakhirinya normalisasi solidaritas terhadap Palestina

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 03:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Informasi Palestina

Hari ini, Senin, puluhan warga Maroko berpartisipasi dalam protes di ibu kota, Rabat, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina dan menuntut diakhirinya normalisasi dengan pendudukan Israel.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jeda tersebut terjadi sebagai tanggapan atas seruan Front Maroko untuk mendukung Palestina, bertepatan dengan ulang tahun kelima penandatanganan perjanjian normalisasi antara Maroko dan Israel pada Desember 2020.

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung Parlemen, mengusung slogan “Lanjutkan perjuangan hingga tergulingnya normalisasi dan pembebasan Palestina,” sebagai ekspresi penolakan mereka terhadap kelanjutan hubungan dengan pendudukan.

Para peserta meneriakkan slogan-slogan yang mendukung perjuangan dan perlawanan Palestina, termasuk “Rakyat ingin menggulingkan normalisasi,” menekankan kepatuhan mereka pada posisi mereka yang menolak segala bentuk normalisasi.

Para pengunjuk rasa mengibarkan spanduk yang menyatakan dukungan mereka yang berkelanjutan terhadap rakyat Palestina, bertuliskan: “Hentikan genosida dan kelaparan,” “Kebebasan untuk Palestina,” dan “Hentikan segala bentuk normalisasi.”

Maroko telah melanjutkan hubungan diplomatiknya dengan Israel pada bulan Desember 2020, dengan mediasi Amerika, sebuah langkah yang mendapat penolakan luas dari sektor-sektor populer dan kekuatan politik di Kerajaan, diikuti dengan pertukaran kunjungan pejabat tinggi Israel ke Rabat, sebelum negara itu berhenti karena pecahnya perang di Gaza.

Sejak 8 Oktober 2023, perang pemusnahan Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan sekitar 71.000 orang menjadi martir dan lebih dari 171.000 warga Palestina terluka, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan perempuan, serta kehancuran yang meluas, sementara PBB memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru