Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – Puluhan warga di Korowai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Pegunungan Papua dikabarkan mengungsi ke hutan sejak 22 Juli 2026. Warga yang mengungsi ini berada di wilayah perbatasan Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Boven Digoel di Provinsi Papua Selatan. Selain itu, tiga warga dikabarkan tertembak.

Sumber RakyatPos.id menyebutkan, saat ini warga yang terkonfirmasi mengungsi terdiri dari 26 ibu dan satu anak. Mereka berada di suatu lokasi di dalam hutan.

Namun menurut sumber tersebut, jumlah pengungsi bisa saja lebih tinggi lagi karena masih banyak tempat yang dijadikan lokasi pengungsian yang belum bisa dipastikan karena berada di hutan luas. Ada kalanya sulit untuk melewatinya, dan tidak ada jaringan internet atau telepon untuk berkomunikasi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perempuan dan anak-anak mengungsi sejak 22 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 (Waktu Papua) akibat 3 unit helikopter TNI menjatuhkan pasukan TNI di pinggir sungai pemukiman warga sipil di Korowai Yahukimo, Pegunungan Papua,” kata sumber berinisial OB dalam pesan tertulisnya kepada RakyatPos.id, Kamis (30/7/2026) malam.

Menurut sumber tersebut, hingga saat ini para perempuan dan anak tersebut berpencar ke dalam hutan untuk melindungi diri dari operasi yang dilakukan TN, karena mereka melakukan penembakan sembarangan dari darat dan udara menggunakan helikopter.

Masalahnya, pengungsi tersebar dimana-mana dan jumlah totalnya belum bisa kami pastikan. Keadaan pengungsi kini masih berada di hutan tanpa makan, minum, dan tidak ada tempat tidur. Mereka trauma (karena) operasi yang dilakukan TNI, katanya.

Selain itu, tiga warga dikabarkan tewas tertembak. Korban bernama Yatimin Wonda atau kerap disapa Nareman, Wanengga Kogoya dan satu lagi warga suku Korowai yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, Manajemen Markas Pusat Komisi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) juga menyatakan ada warga yang mengungsi di wilayah Kabupaten Yahukimo.

Warga sipil diduga tewas ditembak di Korowai saat dievakuasi, Senin (27/07/2026) – RakyatPos.id/Dok. Penduduk

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Badan Intelijen Papua (PIS) TPNPB dari Boven Digoel bahwa TNI telah melakukan operasi militer di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang, pada 19 Juli hingga 30 Juli 2026.

Menurut Sambom, berdasarkan laporan PIS, dalam operasi tersebut TNI menggunakan drone dan lebih dari tiga helikopter militer untuk operasi udara dan pengiriman pasukan ke hutan-hutan di kawasan perbatasan.

“Dalam operasi sejak 19 Juli (2026), aparat TNI melakukan penembakan dari udara ke pemukiman warga sipil dan berlanjut hingga saat ini,” kata Sebby Sambom dalam siaran pers tertulis, Kamis (30/7/2026).

Dikatakannya, operasi udara dan darat yang dilakukan TNI adalah untuk mengejar pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo pasca tertembaknya Pilot Nicholas F Goselin pada 2 Juli 2026, usai menerbangkan pesawat milik maskapai AMA ke kawasan yang ditetapkan sebagai zona merah oleh TPNPB di Yahukimo.

Sambom mengatakan, PIS TPNPB juga melaporkan operasi militer Indonesia yang mengakibatkan tiga warga sipil bernama Yatimin YB Wonda, Wanenga Kogoya dan seorang warga sipil lainnya tewas.

“Masih banyak warga lain yang hilang. Sementara ratusan warga mengungsi dari Korowai menuju Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan hutan di sekitar kawasan itu. Ada ibu hamil, anak-anak, dan lansia (yang mengungsi) harus ditanggung negara,” ujarnya.

Pimpinan Komnas TPNPB Pusat mengimbau Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subyanto menghentikan operasi militer di permukiman sipil di Korowai.

Katanya, kalau mau berperang silakan datang langsung ke markas TPNPB karena sudah siap menghadapinya. TPNPB juga mendesak lembaga kemanusiaan baik Palang Merah Indonesia maupun organisasi internasional untuk menangani pengungsi di Korowai dan lebih dari 122.931 warga sipil di Tanah Papua yang mengungsi akibat konflik bersenjata antara militer Indonesia dan TPNPB.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru