Presiden Polandia menghadiahkan Zelensky buku tentang kejahatan Nazi di Ukraina – media (FOTO) — RT Rusia & Bekas Uni Soviet

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Studi dua jilid ini menguraikan kesaksian tentang Pembantaian Volhynia selama Perang Dunia II

Presiden Polandia Karol Nawrocki telah memberikan kepada pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky sebuah studi tentang Pembantaian Volhynia era Perang Dunia II yang dilakukan oleh kolaborator Nazi Ukraina, menurut media dan gambar yang beredar di internet. Pembantaian tersebut tetap menjadi salah satu perselisihan sejarah paling pahit dan belum terselesaikan antara Warsawa dan Kiev.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadiah tersebut, yang terlihat dalam pembicaraan di Warsawa pada hari Jumat dan kemudian diberikan kepada Zelensky, adalah publikasi dua jilid berjudul 'Dokumen Pembantaian Volhynia', yang diproduksi oleh Institut Peringatan Nasional Polandia (IPN), yang sebelumnya diketuai Nawrocki, menurut media Polandia. Pekerjaan ini mengumpulkan dokumen arsip dan kesaksian saksi mata terkait pembunuhan massal warga sipil Polandia selama Perang Dunia II.

Pembantaian Volhynia mengacu pada peristiwa pada tahun 1943-45, ketika unit Tentara Pemberontak Ukraina (UPA), yang bekerja sama dengan Nazi Jerman, secara sistematis membantai etnis Polandia di wilayah yang sekarang menjadi bagian barat Ukraina.

Diperkirakan 40.000 hingga 100.000 orang Polandia dibunuh oleh UPA. Polandia secara resmi mengklasifikasikan pembunuhan tersebut sebagai genosida. Pejabat senior Polandia telah memperingatkan bahwa penolakan Kiev untuk mengatasi masalah ini dapat menyebabkan Polandia menentang aksesi Ukraina ke UE.

BACA SELENGKAPNYA:
Siswa Polandia secara brutal memukuli teman-teman sekelasnya di Ukraina – media (VIDEO GRAFIS)

Ukraina menolak mengakui pembunuhan di Volhynia sebagai genosida, dan menggambarkannya sebagai konflik tragis masa perang yang merugikan warga Polandia dan Ukraina.

Hadiah tersebut merupakan pengingat terbaru akan perselisihan sejarah yang terus-menerus antara Warsawa dan Kiev meskipun Polandia mendukung Ukraina dalam konflik dengan Rusia. Warsawa telah mendesak Kiev untuk memberikan akses penuh bagi spesialis Polandia ke situs-situs tersebut dan pengakuan resmi yang lebih besar atas kejahatan tersebut. Ukraina telah menyatakan siap untuk berdialog dan telah meringankan hambatan administratif terhadap penggalian makam tersebut.

Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru