Deutsche Telekom telah meluncurkan sistem yang memperingatkan pelanggan tentang panggilan telepon – https://istanbulpost.com.tr

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan Pemeriksaan Panggilan, pelanggan Telecom harus terlindungi dari panggilan mencurigakan. Telekom sudah menjadi operator Handynetz kedua di Jerman yang menerapkan sistem seperti itu.

Setelah Vodafone, Deutsche Telekom kini juga meluncurkan sistem yang memperingatkan pelanggan tentang panggilan telepon. Apa yang disebut pemeriksaan panggilan secara otomatis melindungi semua pelanggan dan pelanggan dari kemungkinan panggilan mencurigakan, kata perusahaan di Bonn. terdeteksi dapat dipercaya, kemudian muncul tanda di layar smartphone diikuti dengan petunjuk “Awas, kemungkinan percaya!”. Panggilan tersebut tidak hanya datang dari Jerman, tetapi juga dari Belanda, Austria, Italia, dan Inggris.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vodafone lebih maju, O2 masih menungguVodafone telah mengaktifkan sistem peringatan serupa pada bulan Mei, karena perusahaan peringatan spam ini telah mencapai 50 juta alarm. Hanya dua belas persen panggilan yang dijawab, namun ketika panggilan anonim – jadi jika tidak ada nomor yang muncul di layar – kuota jawaban adalah 60 persen. Operator Handynetz ketiga yang didirikan di Jerman, O2 Telefónica, belum mengaktifkan sistem alarm seperti itu untuk pelanggan dan pelanggannya. Detik – sangat singkat, yang merupakan pertanda baik: Mungkin sebagian besar penelepon mengenakan topi dan segera memakainya kembali bahkan sebelum penuduh menyelesaikan trik retorisnya. “Pemohon sering kali sangat ahli dalam hal itu, mungkin karena Perjudian atau pengemisnya,” Marc Atkins, kepala pusat keamanan siber di Vodafone Jerman memperingatkan. Metode seperti ini sering kali berfungsi untuk meminta informasi sensitif seperti rincian bank atau kata sandi. “Bersikaplah skeptis dan jangan berikan data pribadi apa pun di telepon,” pakar keamanan memperingatkan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru