Ringkasan Berita:Pada tahun 2017 hingga 2026, akan terjadi puluhan fenomena gerhana matahari dan bulan dengan berbagai jenis, seperti total, parsial, annular, hybrid, dan penumbra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gerhana terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada konfigurasi tertentu, namun tidak setiap fase Bulan baru atau Bulan Purnama menghasilkan gerhana.
Pakar astronomi Aceh Dr Tgk Ismail Is mengatakan fenomena ini merupakan bagian penting dalam kajian ilmu astronomi karena waktu terjadinya dapat dihitung secara astronomis.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe
RakyatPos.id, LHOKSEUMAWE – Gerhana adalah peristiwa terhalangnya cahaya dari suatu sumber oleh benda lain, misalnya terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga menyebabkan gerhana matahari dan terhalangnya cahaya matahari oleh bumi yang menyebabkan terjadinya gerhana bulan.
Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru, sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama, namun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama akan terjadi gerhana bulan.
Hal ini disebabkan karena bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak sejajar dengan bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Jika bidang orbit Bulan sama dengan bidang orbit Bumi, maka dapat dipastikan setiap bulan baru akan terjadi gerhana Matahari dan setiap bulan purnama akan terjadi gerhana Bulan.
Ada empat jenis gerhana matahari:
Pertama, gerhana matahari total, dimana pada saat puncak gerhana terjadi, seluruh piringan Matahari tertutup oleh piringan Bulan sehingga Matahari tampak hitam dan memancarkan cahaya mahkota yang indah.
Yang kedua adalah gerhana sebagian, dimana pada saat puncak gerhana terjadi hanya sebagian piringan Matahari yang tertutup oleh piringan Bulan.
Gerhana cincin ketiga dinamakan cincin karena pada saat puncak gerhana terjadi, piringan Bulan hanya menutupi bagian tengah piringan Matahari sehingga Matahari tampak bersinar hanya pada bagian tepi lingkaran yang berbentuk seperti cincin dan pada posisi tengah Matahari berwarna hitam.
Keempat gerhana hibrida tersebut, dimana pada saat puncak gerhana terjadi, di satu wilayah terlihat gerhana matahari total dan di wilayah lain terlihat gerhana cincin. Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang tergolong langka atau jarang terjadi.
Ada tiga jenis gerhana bulan:
Pertama, gerhana bulan total, dimana pada puncak gerhana seluruh piringan bulan memasuki bayangan umbra (inti) bumi, sehingga pada saat itu bulan tampak berwarna hitam kemerahan.
Kedua, gerhana bulan sebagian, dimana pada saat puncak gerhana terjadi, permukaan Bulan hanya sebagian saja yang masuk ke dalam bayangan inti bumi (bayangan umbral).
Ketiga, gerhana bulan penumbra, dimana Bulan hanya memasuki bayangan kerucut terluar Bumi (bukan bayangan inti Bumi), tidak memasuki bayangan inti (bayangan umbral).
Saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata Bulan hanya tampak redup dan tidak memancarkan cahaya kuat seperti saat bulan purnama lainnya.
Untuk memahami proses terjadinya gerhana penumbra, Anda harus menggunakan teleskop.




















