Ringkasan Berita:
- Aisha Almira Raden, siswa kelas 8 SMP Islam Al Azhar 3 Bintaro kelahiran Lhokseumawe, Aceh, berhasil meraih juara I kategori SMP dalam The 12th IIGCE Essay Competition 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Aisha menang dengan esai “GeoNadi AI: Kembar Digital Desa Panas Bumi untuk Mengubah Uap Menjadi Pendapatan Warga”.
- Ide ini memanfaatkan AI dan digital twins untuk mengoptimalkan energi panas bumi sebagai sumber listrik sekaligus mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
RakyatPos.id, JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan Aisha Almira Raden, siswa kelas 8 SMP Islam Al Azhar 3 Bintaro kelahiran Lhokseumawe, Aceh.
Aisha berhasil meraih Juara 1 Kategori SMP pada 12th IIGCE Essay Competition 2026.
Penghargaan ini diterima Aisha pada acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 ke-12 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 19–21 Agustus 2026.
IIGCE 2026 merupakan salah satu forum panas bumi terbesar di dunia yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, pengembang teknologi, dan delegasi internasional.
Acara tersebut dibuka resmi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Rangkaian kegiatan juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi, sejumlah pejabat pemerintah, pakar dan pelaku industri panas bumi, serta perwakilan dari berbagai negara.
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif Gelar Workshop Desain Kemasan Bagi Pelaku Usaha Bordir dan Tenun di Lhokseumawe
Di tengah forum energi berskala internasional ini, prestasi Aisha menunjukkan bahwa gagasan generasi muda juga mendapat tempat dalam diskusi terkait masa depan energi Indonesia.
Tawarkan Ide “GeoNadi AI”
Aisha berhasil meraih juara pertama dengan esainya yang berjudul “GeoNadi AI: Digital Twin of a Geothermal Village to Convert Steam into Residents’ Income.”
Esai tersebut mengangkat subtema pengembangan panas bumi untuk pembangunan daerah.
Melalui GeoNadi AI, Aisha menawarkan konsep pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi kembar digital untuk membantu masyarakat di sekitar kawasan panas bumi mendapatkan manfaat ekonomi langsung.
Idenya tidak hanya memandang energi panas bumi sebagai sumber pembangkit listrik, namun juga sebagai energi produktif yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan perekonomian masyarakat.
Baca juga: VIDEO – Karnaval Perayaan HUT RI ke-81 Penuhi Jalanan Kota Lhokseumawe
GeoNadi AI digambarkan sebagai representasi virtual desa panas bumi yang menggabungkan berbagai data, seperti ketersediaan panas, kondisi cuaca, kalender panen, dan kebutuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Data tersebut kemudian diolah untuk menentukan jenis pemanfaatan panas yang paling tepat pada waktu tertentu.
Energi panas bumi misalnya, dapat dimanfaatkan untuk membantu mengeringkan kopi, menjaga kestabilan suhu untuk budidaya jamur, dan mendukung pengolahan gula aren.
Dengan konsep ini, energi panas bumi diharapkan tidak hanya menghasilkan listrik, namun juga membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.




















