Ringkasan Berita:
- Dispora Sabang mendorong generasi muda untuk aktif menjadi aktor dan penggerak pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Keterlibatan pemuda dalam festival budaya dinilai dapat memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif.
- Pemkot berharap kolaborasi pemuda, masyarakat, dan pelaku budaya dapat menjamin tradisi Sabang tetap hidup dan berkembang.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang
RakyatPos.id, SABANG – Peran generasi muda dinilai penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal Kota Sabang di tengah perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Sabang mendorong pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam kegiatan kebudayaan, namun ikut terlibat sebagai aktor dan aktivis dalam melestarikan tradisi daerah.
Kepala Dispora Kota Sabang Abdullah, SE mengatakan, kehadiran pemuda menjadi salah satu kunci agar budaya lokal tidak berhenti menjadi peninggalan masa lalu.
“Anak-anak muda ini harus kita dorong untuk ambil bagian,” kata Kadispora Sabang.
“Jangan sampai budaya lokal hanya dikenang, tapi tidak lagi diamalkan oleh generasi muda,” kata Abdullah saat menghadiri Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u 2026, di kawasan Benteng Batere A Mateo, Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, Sabang, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan langsung masyarakat dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas.
Baca juga: Dari Congklak hingga Enggrang Budeuk, Permainan Rakyat Ramaikan Festival Budaya Lokal Cot Ba'u
Dalam festival ini, generasi muda dapat terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari permainan rakyat, kesenian hingga pengembangan kuliner dan produk usaha masyarakat.
Abdullah berpendapat pola pelestarian budaya perlu beradaptasi dengan perkembangan saat ini.
Kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat membuat budaya lokal memerlukan pendekatan yang lebih dekat kepada generasi muda.
“Festival seperti ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar dan terlibat langsung. Mereka tidak hanya sekedar menonton, tapi juga bisa menjadi peserta kegiatan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembinaan pemuda berkaitan dengan pelestarian budaya.
Ketika generasi muda diberikan ruang untuk berkreasi dalam kegiatan kebudayaan, hal ini juga dapat memperkuat identitas daerah.
Selain menjaga tradisi, keterlibatan generasi muda juga berpotensi membuka peluang ekonomi kreatif.
Baca juga: Ramai pengunjung Festival Budaya Cot Ba'u, Benteng Baterai A mulai dilirik sebagai destinasi wisata




















