RakyatPos.id – Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti kasus viral Susanah, sosok yang ditelepon Presiden Prabowo Subianto mengupas bawang bombay seharga Rp 700 ribu per kilogram. Rumah Susanah di Cileungsi, Kabupaten Bogor, bahkan dipasang garis polisi setelah namanya santer dibicarakan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Said Didu mendesak pihak-pihak yang memberikan data tidak benar kepada Presiden segera diselidiki.
“Yang berbohong kepada Presiden @prabowo dengan data dan informasi palsu harus diusut. Ini pengkhianatan,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (18/8).
Pemasangan garis polisi di rumah Susanah bukan karena kasus pidana, melainkan untuk menjaga kenyamanan. Setelah namanya viral, banyak jurnalis yang berkunjung ke rumahnya hingga menimbulkan kerumunan. Ketua RT, RW, dan kepala desa setempat akhirnya berinisiatif memasang pembatas demi ketentraman keluarga, khususnya anak Susanah.
Susanah menjadi sorotan setelah Prabowo dalam pidato kenegaraannya menyebut dirinya sebagai pengupas bawang dengan upah Rp 700 ribu per kilogram.
Hari ini bersama kami, Bu Susana dari Kabupaten Bogor, bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang bombay Rp 700 ribu per kilogram, kata Prabowo dalam pidato di Sidang Tahunan MPR, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Namun setelah ditelusuri media, terdapat kesalahan data: Susanah sebenarnya adalah seorang buruh jahit kain perca (tambal sulam) dengan upah Rp 700 per kilogram.
















