Ringkasan Berita:
- Buku “Inovasi Tenaga Kesehatan Lorong (Nalor)” karya Kepala UPTD Puskesmas Banda Sakti Adrina Susanti resmi mendapat perlindungan hak cipta dari Kementerian Hukum RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Ide Nalor lahir dari pengalaman panjang Adrina di bidang pelayanan kesehatan dan mendorong tenaga kesehatan untuk memberikan layanan antar jemput.
- Adrina berharap hak cipta ini menjadi motivasi bagi petugas kesehatan di Kota Lhokseumawe untuk terus berinovasi.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Jafaruddin I Lhokseumawe
RakyatPos.id, LHOKSEUMAWE – Buku berjudul “Inovasi Tenaga Kesehatan Lorong (Nalor)” yang digagas Kepala UPTD Puskesmas Banda Sakti Adrina Susanti SKep MKM resmi mendapat perlindungan hak cipta dari Kementerian Hukum RI.
Pengakuan tersebut tertuang dalam Surat Pendaftaran Penciptaan Nomor 001387253 tanggal 30 Juli 2026. Adrina Susanti tercatat sebagai pencipta dan pemegang hak cipta atas ciptaan tersebut.
Adrina mengaku terharu dan senang dengan diterbitkannya sertifikat pendaftaran hak cipta.
Menurut dia, pengakuan negara terhadap buku Nalor diharapkan menjadi penyemangat bagi para tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan inovatif yang dekat dengan masyarakat.
Alhamdulillah saya sangat terharu dan bahagia. Akhirnya program buku Nalor resmi disetujui negara, tulis Adrina dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Jumat (21/8/2026).
Ia berharap para tenaga kesehatan khususnya Pejabat Penyelenggara Program (PPP) dan umumnya seluruh tenaga kesehatan di Kota Lhokseumawe dapat menjadikan hal tersebut sebagai semangat baru dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif Gelar Workshop Desain Kemasan Bagi Pelaku Usaha Bordir dan Tenun di Lhokseumawe
Dengan didaftarkannya hak cipta ini, Adrina pun berharap tidak hanya berhenti sebagai pengakuan terhadap sebuah karya, namun juga menjadi momentum untuk mempertebal semangat pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat.
“Semoga dengan diterbitkannya hak cipta ini dapat menjadi motivasi bagi petugas medis untuk memberikan layanan penjemputan dan pendekatan pelayanan kesehatan door to door langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Adrina, pendekatan ini diharapkan membuat layanan kesehatan lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang membutuhkan layanan di tingkat lingkungan dan rumah tangga.
Ide Nalor konon lahir dari perjalanan panjang Adrina dalam menjalankan pengabdian di bidang kesehatan.
Adrina yang lahir di Aceh Utara, 26 April 1976, mulai menjabat sebagai calon PNS pada 1 Juni 1999.
Sejak awal mengabdi, ia mengaku mempunyai keinginan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan saja, namun juga menjangkau masyarakat secara langsung.
Baca juga: Jalan Nasional di Muara Satu Lhokseumawe Sering Telan Korban, Ketua DPRK Minta Segera Diaspal
Baginya, menjadi PNS bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian untuk memastikan masyarakat mendapat akses layanan kesehatan yang layak.
Tekad tersebut semakin diwujudkan saat dipercaya menjadi Kepala UPTD Puskesmas Banda Sakti pada 7 Oktober 2005.




















