TPNPB Akui Bertanggung Jawab atas Pembunuhan OAP yang Dianggap 'Pengkhianat'

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengaku bertanggung jawab atas tewasnya tiga warga asli Papua (OAP), yang menurut mereka memberikan informasi intelijen ke Indonesia.

Dalam keterangannya, TPNPB menyebut ketiga orang tersebut dieksekusi di Yahukimo, Provinsi Pegunungan Papua karena dianggap pengkhianat gerakan kemerdekaan Papua.

Mereka mengaku memiliki bukti bahwa ketiga warga Papua tersebut menyebabkan tewasnya beberapa anggota TPNPB, seperti dilansir RakyatPos.id dari laman RNZ Pacific, Kamis (23/7/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain tiga warga Papua, TPNPB juga membunuh seorang anggota Brimob Indonesia.

TPNPB mengatakan eksekusi tersebut merupakan peringatan bagi seluruh masyarakat Papua untuk tidak berkonfrontasi dengan militer Indonesia, dan mereka akan mengeksekusi siapa pun yang melakukannya.

TPNPB mengeksekusi seorang pilot Amerika, Nicholas Gosselin, setelah ia menerbangkan pesawat kecil ke Yahukimo awal bulan ini.

Seorang juru bicara TPNPB mengatakan bahwa warga negara asing telah diperingatkan untuk tidak terbang ke wilayah tersebut, yang dianggap oleh Angkatan Darat sebagai zona perang aktif.

Tuduhan TPNPB bahwa perusahaan Gosselin, yang menerbangkan pesawat untuk PT AMA, membantu mengangkut TNI, dibantah oleh perusahaan dan pemerintah.

Aparat keamanan Indonesia telah terlibat dalam konflik kekerasan yang sudah berlangsung lama dengan TPNPB dan meningkat di kabupaten-kabupaten dataran tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Lanjutkan Membaca

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pesawat tempur F-16 Ukraina membuat sejarah dalam menyerang jet Su-35 Rusia
HRD Pimpin Kelompok PKB Aceh Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI
Gubernur Nawipa: HAN 2026 Momentum Hentikan Kekerasan Terhadap Anak
Penyanyi Chris Brown mengaku bersalah tawuran di klub malam London
Ditengah Pemeriksaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung Siapkan Mobil Tahanan
Kehadiran Bobon Santoso dan Pangdam Cenderawasih dinilai bisa menjadi pengalih perhatian
Keputusan Sony untuk membuang cakram tidak bisa dihindari, menurut data
Kejaksaan Agung membuka peluang penangkapan paksa Febrie Adriansyah

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:53 WIB

Pesawat tempur F-16 Ukraina membuat sejarah dalam menyerang jet Su-35 Rusia

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37 WIB

HRD Pimpin Kelompok PKB Aceh Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:26 WIB

Gubernur Nawipa: HAN 2026 Momentum Hentikan Kekerasan Terhadap Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:10 WIB

Penyanyi Chris Brown mengaku bersalah tawuran di klub malam London

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:02 WIB

Ditengah Pemeriksaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung Siapkan Mobil Tahanan

Berita Terbaru