RakyatPos.id – Polres Metro Jakarta Pusat (Polrestro Jakpus) memeriksa intensif tiga orang berinisial S, T dan U. Mereka ditangkap terkait bentrokan di Jalan Tambak, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), untuk mengungkap penyebab dan kronologis kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Jakarta Pusat Kompol Reynold EP Hutagalung mengatakan, ketiga orang tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Metro Menteng. Pemeriksaan intensif dilakukan untuk mengetahui asal muasal kejadian tersebut, kata Reynold di Jakarta, Minggu malam WIB.
Selain memeriksa ketiga orang tersebut, penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan pihak lain yang diduga menjadi pemicu bentrokan tersebut. Reynold mengatakan, secara keseluruhan polisi telah menahan sekitar 15 orang untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Mereka diperiksa dengan mengelompokkannya berdasarkan rangkaian peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman dan Jalan Tambak. “Untuk kejadian ini secara keseluruhan kami melakukan pengecekan intensif terhadap kurang lebih 15 orang. Namun untuk klaster kejadiannya berbeda-beda,” ujarnya.
Reynold menjelaskan, saat ini penyidik juga memeriksa korban dan saksi. Termasuk, lanjutnya, mengusut dugaan pengrusakan gerobak milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta dugaan penganiayaan terhadap warga yang terjadi saat bentrokan.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap tuntas penyebab bentrokan dan peran masing-masing pihak yang terlibat sesuai bukti yang terkumpul. Baik korban menjadi pelaku atau diduga, tentu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Reynold.
Dipenuhi oleh massa
Polisi menangkap dua orang yang terlibat bentrokan di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu. Dua orang yang masing-masing berinisial SK dan AS masih menjalani pemeriksaan polisi.
Penyidik akan mendalami perannya masing-masing berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang ditemukan, kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Minggu malam WIB.
Ia menambahkan, penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan menyusun rangkaian peristiwa secara komprehensif. Menurut Roby, penetapan status hukum para pihak akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Roby menyatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi bentrokan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Selain itu, polisi masih terus mengkaji kerugian akibat kejadian tersebut.
“Kami meminta semua pihak tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan pembalasan. Percayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian agar situasi tetap aman dan proses hukum dapat berjalan dengan baik,” kata Roby.
Ia mengaku saat ini situasi di sekitar lokasi sudah terkendali. Meski demikian, personel kepolisian tetap bersiaga untuk menjaga ketertiban dan mencegah gangguan lebih lanjut.
Sementara itu, Mapolres Metro Menteng juga dikabarkan didatangi sejumlah orang pada Minggu malam. Mereka diduga merupakan kerabat korban tewas dalam bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak.
Roby membenarkan, sejumlah orang dari salah satu kelompok mendatangi Polsek Metro Menteng pada Minggu malam. Meski begitu, situasi di kantor polisi dinilai masih kondusif.
“Iya keluarga rombongan pemuda (yang meninggal) datang, tapi tidak digerebek. Ramai, tapi kondusif,” kata Roby. Ratusan warga Indonesia bagian timur menuntut polisi menegakkan keadilan atas meninggalnya rekannya.
















