Ringkasan Berita:
- Air Force One baru Qatar akan dinonaktifkan selama sekitar satu bulan untuk menjalani peningkatan sistem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Sementara itu, Presiden Donald Trump kembali menggunakan pesawat tua.
- Laporan media AS menyebutkan pesawat itu diduga tidak dilengkapi dengan sistem pertahanan anti-rudal yang setara dengan Air Force One sebelumnya, sehingga memicu pengawasan dan penyelidikan atas dugaan kebocoran informasi.
Air Force One baru Qatar akan dinonaktifkan selama sekitar satu bulan untuk menjalani peningkatan sistem, sementara Presiden Donald Trump kembali ke pesawat yang lebih tua.
RakyatPos.id, WASHINGTON DC – Pesawat kepresidenan Air Force One terbaru yang digunakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan dinonaktifkan sementara selama sekitar satu bulan pada musim gugur ini.
Keputusan ini diambil agar pesawat menjalani serangkaian peningkatan sistem dan perbaikan teknis sebelum dikembalikan ke penerbangan resmi.
Gedung Putih menegaskan penghentian sementara operasi merupakan bagian dari proses peningkatan kemampuan pesawat, meski armada tersebut dinilai aman untuk mengangkut kepala negara.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pesawat tersebut akan menjalani pekerjaan tambahan untuk meningkatkan kinerja dan sistem pendukung operasionalnya.
“Pesawat baru Air Force One aman digunakan untuk perjalanan kepresidenan, namun akan mendapat tambahan peningkatan dan penyempurnaan yang diperkirakan memakan waktu kurang lebih satu bulan,” ujarnya.
Dalam proses ini, Presiden Trump akan kembali menggunakan Air Force One generasi sebelumnya untuk menjalankan agenda kenegaraannya.
Namun Gedung Putih tidak menjelaskan secara detail jenis upgrade yang akan dipasang pada pesawat tersebut.
Dalam postingan di media sosial X, pemerintah hanya menyebut proses tersebut sebagai bentuk optimalisasi pesawat agar siap digunakan secara maksimal.
Baca juga: Takut Dimata-matai China, Rombongan Trump Buang Ponsel dan Pin Sebelum Naik ke Air Force One
Air Force One terbaru merupakan pesawat Boeing 747-8 yang sebelumnya merupakan hadiah pemerintah Qatar kepada Amerika Serikat.
Sejak mulai digunakan, pesawat ini terus menjadi sorotan terutama terkait kesiapan sistem keamanan dan perlindungannya.
Trump hanya menggunakan pesawat tersebut dalam satu perjalanan internasional saat menghadiri KTT NATO di Turkiye.
Namun dalam rangkaian kunjungannya tersebut, ia tidak sepenuhnya menggunakan pesawat baru.
Usai menuntaskan agendanya di Turkiye, Trump diketahui berpindah ke pesawat lama Air Force One untuk melanjutkan penerbangan ke Inggris sebelum akhirnya menaiki pesawat baru dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat.

















