Makassar, RakyatPos.id – Panitia HUT XVI Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat RI menyatakan seluruh rangkaian kegiatan peringatan organisasi tersebut terbuka dan dihadiri ratusan mahasiswa Papua di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Juru Bicara KNPB Makassar, Jecky Ricardo Matuan mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukuran yang digelar di Asrama Kamasan V Papua, Makassar pada Jumat (24/8/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 500 peserta yang berasal dari mahasiswa Papua di Makassar serta delegasi dari lima wilayah KNPB KJRI.
“Ibadah Syukur menjadi momentum refleksi yang mengangkat tema Refleksi Langkah Menuju Kemerdekaan dalam Satu Hati, Satu Tujuan. Kegiatan ini juga diisi dengan tradisi bakar batu menggunakan dua ekor babi sebagai bagian dari kebersamaan peserta,” kata Jecky dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (26/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keesokan harinya, Sabtu (25/8/2026), panitia menggelar Edukasi Politik Terbuka yang berlangsung mulai pukul 15.00 WITA hingga tengah malam. Forum tersebut memaparkan sejumlah materi antara lain ekonomi politik, kolonialisme modern di Papua, sejarah Papua, perjuangan kemerdekaan Papua dan mahasiswa, serta sejarah KJRI KNPB.
Jecky mengatakan, seluruh kegiatan dirancang sebagai ruang belajar bersama, berdiskusi, dan bertukar pikiran bagi mahasiswa Papua. Menurutnya, pendidikan politik menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas intelektual dan memperkuat konsolidasi organisasi di kalangan mahasiswa.
“KNPB memandang pendidikan politik sebagai sarana membangun kesadaran politik masyarakat. Di Papua, KNPB berperan sebagai media bagi masyarakat Papua, sedangkan KJRI KNPB menjadi ruang bagi mahasiswa Papua untuk memperkuat pendidikan politik, konsolidasi organisasi, dan mengembangkan kapasitas intelektual melalui forum yang terbuka dan partisipatif,” ujarnya.
Panitia HUT XVI Konsulat KNPB RI menyatakan akan terus memberikan forum pendidikan politik terbuka bagi mahasiswa Papua ke depannya. Kegiatan peringatan tahun ini dipimpin oleh Ketua Panitia Tabo Kelabur dan Sekretaris Nobita Telengen. Jecky menegaskan, komitmen ini diharapkan dapat memperluas ruang diskusi dan partisipasi mahasiswa Papua terhadap berbagai isu yang mereka anggap penting.
















