RakyatPos.id -Polemik dugaan pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp 1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus berkecamuk.
Usai menjadi sorotan di DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan PT Agrinas Pangan Nusantara justru saling bertukar penjelasan terkait pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui apa isu pengadaan kipas angin yang ramai diperbincangkan.
Menurut dia, pengelolaan program KDKMP menjadi tanggung jawab PT Agrinas, sedangkan pemerintah hanya menanggung kewajiban pembayaran kepada perbankan.
“Entahlah, nanti saya cek (soal pengadaan suporter Kopdes). Koperasi (Desa) itu tanggungan Agrinas ya. Kita hanya mencicil saja. Manajemen dan lain-lain ada di sana,” kata Purbaya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Isu tersebut mencuat setelah Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mempertanyakan kabar pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai hingga Rp 1,8 triliun dalam rapat kerja dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada 15 Juli 2026.
Mufti menilai besaran anggaran yang beredar tidak sesuai dengan harga kipas angin di pasaran sehingga ia meminta pemerintah membeberkan dasar penghitungan pengadaannya.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pengadaan kipas angin bukan kewenangan kementeriannya.
Kalau begitu, kipas angin ini saya tidak tahu. Itu bukan pengadaan kami, Pak, kata Ferry.
Ia menambahkan, jika yang dimaksud adalah kipas angin industri dengan spesifikasi tertentu, nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah per unitnya, meski belum mengetahui detail informasi yang beredar.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Agrinas Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota pada Kamis sore juga mengaku tidak mengetahui adanya pembahasan pengadaan kipas angin tersebut.
“Entahlah. Saya tidak tahu di mana dia ngomong, saya juga baca beritanya, saya lihat ini, jadi biarkan saja, orang-orang tidak ada hubungannya dengan saya, buat apa saya urus,” katanya kepada wartawan di Istana.
Saat disinggung kemungkinan anggarannya ada di Agrinas, Joao menegaskan tak mau memberikan tanggapan dan meminta awak media bertanya langsung kepada pihak yang mengangkat isu tersebut.
“Bukan saya yang ngomong. Tanya saja yang ngomong itu. Saya tidak ngomong sama orang saya, saya tidak tahu, dia ngomong sendiri, tanya yang ngomong,” tegasnya.
Meski membantah mengetahui polemik tersebut, Joao menegaskan Agrinas memang telah mendapat amanah pemerintah untuk menangani pembangunan, pengadaan, dan pengelolaan operasional Kopdes Merah Putih selama dua tahun.
“Kami ditugaskan mengelolanya selama dua tahun. Kami ditugaskan membangun, pengadaan, dan menjalankannya selama dua tahun,” ujarnya.
















