Menkeu dan Agrinas saling lempar soal Polemik Penggemar KDKMP Rp 1,8 Triliun

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id -Polemik dugaan pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp 1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus berkecamuk.

Usai menjadi sorotan di DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan PT Agrinas Pangan Nusantara justru saling bertukar penjelasan terkait pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan tersebut.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui apa isu pengadaan kipas angin yang ramai diperbincangkan.

Menurut dia, pengelolaan program KDKMP menjadi tanggung jawab PT Agrinas, sedangkan pemerintah hanya menanggung kewajiban pembayaran kepada perbankan.

“Entahlah, nanti saya cek (soal pengadaan suporter Kopdes). Koperasi (Desa) itu tanggungan Agrinas ya. Kita hanya mencicil saja. Manajemen dan lain-lain ada di sana,” kata Purbaya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Isu tersebut mencuat setelah Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mempertanyakan kabar pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai hingga Rp 1,8 triliun dalam rapat kerja dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada 15 Juli 2026.

Mufti menilai besaran anggaran yang beredar tidak sesuai dengan harga kipas angin di pasaran sehingga ia meminta pemerintah membeberkan dasar penghitungan pengadaannya.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pengadaan kipas angin bukan kewenangan kementeriannya.

Kalau begitu, kipas angin ini saya tidak tahu. Itu bukan pengadaan kami, Pak, kata Ferry.

Ia menambahkan, jika yang dimaksud adalah kipas angin industri dengan spesifikasi tertentu, nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah per unitnya, meski belum mengetahui detail informasi yang beredar.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Agrinas Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota pada Kamis sore juga mengaku tidak mengetahui adanya pembahasan pengadaan kipas angin tersebut.

“Entahlah. Saya tidak tahu di mana dia ngomong, saya juga baca beritanya, saya lihat ini, jadi biarkan saja, orang-orang tidak ada hubungannya dengan saya, buat apa saya urus,” katanya kepada wartawan di Istana.

Saat disinggung kemungkinan anggarannya ada di Agrinas, Joao menegaskan tak mau memberikan tanggapan dan meminta awak media bertanya langsung kepada pihak yang mengangkat isu tersebut.

“Bukan saya yang ngomong. Tanya saja yang ngomong itu. Saya tidak ngomong sama orang saya, saya tidak tahu, dia ngomong sendiri, tanya yang ngomong,” tegasnya.

Meski membantah mengetahui polemik tersebut, Joao menegaskan Agrinas memang telah mendapat amanah pemerintah untuk menangani pembangunan, pengadaan, dan pengelolaan operasional Kopdes Merah Putih selama dua tahun.

“Kami ditugaskan mengelolanya selama dua tahun. Kami ditugaskan membangun, pengadaan, dan menjalankannya selama dua tahun,” ujarnya.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kehadiran Bobon Santoso dan Pangdam Cenderawasih dinilai bisa menjadi pengalih perhatian
Keputusan Sony untuk membuang cakram tidak bisa dihindari, menurut data
Kejaksaan Agung membuka peluang penangkapan paksa Febrie Adriansyah
Eksekutif Nassau County Bruce Blakeman membela penggunaan iklan kampanye yang dibuat oleh AI; Gubernur Hochul menyebutnya berbohong
Perjuangan Mulia, Bocah Sikundo mempertaruhkan nyawanya melintasi jembatan kabel untuk pergi ke sekolah dan bermain
Kadisdikbud Papua Tengah: KPG Ciptakan Guru Berkualitas
Berkas Kasus Klaster Jokowi Kurnia Tri Cs Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Banda Aceh terpuruk, Aceh Tamiang terpuruk, Langsa dan Lhokseumawe stabil

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:42 WIB

Kehadiran Bobon Santoso dan Pangdam Cenderawasih dinilai bisa menjadi pengalih perhatian

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:31 WIB

Keputusan Sony untuk membuang cakram tidak bisa dihindari, menurut data

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Agung membuka peluang penangkapan paksa Febrie Adriansyah

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

Eksekutif Nassau County Bruce Blakeman membela penggunaan iklan kampanye yang dibuat oleh AI; Gubernur Hochul menyebutnya berbohong

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:40 WIB

Perjuangan Mulia, Bocah Sikundo mempertaruhkan nyawanya melintasi jembatan kabel untuk pergi ke sekolah dan bermain

Berita Terbaru