MBG Watch Sayangnya Pimpinan BGN Masih di Lingkaran Kekuasaan

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id – – Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak membawa perubahan signifikan terhadap Tata Kelola Makanan Gizi Gratis (MBG) yang sudah kisruh.

Koalisi Masyarakat Sipil menilai pergantian Kepala BGN yang saat ini dijabat Sudaryono masih sarat kepentingan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudaryono yang merupakan orang terdekat Presiden RI Prabowo Subianto dan politikus Partai Gerindra itu dinilai masih dekat dengan kepentingan penguasa.

Padahal, menurut pengamat Transparency International Indonesia sekaligus anggota Koalisi MBG Watch, Agus Sarwono, permasalahan mendasar tata kelola MBG saat ini antara lain transparan, akuntabel, dan sesuai dengan tujuan awalnya.

“Penunjukan Wakil Menteri Pertanian dan Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia sebagai Kepala BGN sebenarnya menunjukkan bahwa pemerintah menormalisasi konflik kepentingan dalam pengelolaan program publik yang bernilai besar,” kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

MBG Watch juga menyoroti dugaan penyimpangan dalam penerapan MBG yang dinilai menunjukkan lemahnya sistem pengawasan.

Menurut koalisi, persoalan MBG tidak hanya terkait individu, namun juga desain kelembagaan BGN yang dinilai masih rentan konflik kepentingan.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono mengaku sudah menyiapkan dana makanan bergizi gratis (MBG) yang akan menjadi program prioritas pemerintah.

Mantan Wakil Menteri Pertanian ini mengibaratkan Program MBG dengan “Pacman”

Pacman adalah karakter video game yang terus-menerus memakan benda-benda di jalurnya.

Sudaryono mengibaratkan MBG karena menggambarkan besarnya kebutuhan pangan yang akan diserap oleh program tersebut.

Menurut Sudaryono, kapasitas serapan MBG akan menciptakan pasar baru bagi produk pertanian sehingga mengurangi risiko tidak terserapnya produksi petani dan peternak.

“Saya selalu bilang makanan bergizi gratis MBG itu seperti Pacman. Itu emerging market, konsumsinya cukup besar,” kata Sudaryono.

Ia mengatakan, pemerintah sudah mengantisipasi kebutuhan logistik MBG, antara lain melalui peningkatan produksi di sektor pertanian.

Sudaryono yakin program ini dapat mencegah terulangnya kondisi terbuangnya hasil panen atau hasil peternakan karena tidak mempunyai pasar.

“Dulu sering kita lihat orang mandi susu, membuang wortel dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini belum terjadi. Kalau ada satu atau dua masalah, kita perbaiki,” ucapnya.

Selain menjelaskan potensi ekonomi MBG, Sudaryono juga menyoroti kondisi internal BGN yang menjadi perhatian pasca mencuatnya kasus dugaan korupsi pengelolaan program tersebut.

Diakuinya, ada permasalahan dan dugaan pelanggaran pada kepengurusan sebelumnya yang perlu dibenahi.

Pihaknya nantinya akan mendengar masukan dari berbagai pihak untuk menilai peluang korupsi dalam program MBG.

“Kami tidak memungkiri ada permasalahan, bahkan ada pelanggaran. Kami juga mengetahuinya dan kami menyayangkannya. Oleh karena itu kami ingin mendengarkan masukan konstruktif dari berbagai pihak,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan, kemajuan BGN merupakan pekerjaan bersama, bukan tanggung jawab satu orang.

Ia mengatakan akan bekerja sama dengan seluruh jajaran, termasuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang rencananya akan menjadi Wakil Kepala BGN.

“Ini team work. Tidak ada superman, yang ada super team,” tegasnya

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pesawat tempur F-16 Ukraina membuat sejarah dalam menyerang jet Su-35 Rusia
HRD Pimpin Kelompok PKB Aceh Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI
Gubernur Nawipa: HAN 2026 Momentum Hentikan Kekerasan Terhadap Anak
Penyanyi Chris Brown mengaku bersalah tawuran di klub malam London
Ditengah Pemeriksaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung Siapkan Mobil Tahanan
Kehadiran Bobon Santoso dan Pangdam Cenderawasih dinilai bisa menjadi pengalih perhatian
Keputusan Sony untuk membuang cakram tidak bisa dihindari, menurut data
Kejaksaan Agung membuka peluang penangkapan paksa Febrie Adriansyah

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:53 WIB

Pesawat tempur F-16 Ukraina membuat sejarah dalam menyerang jet Su-35 Rusia

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37 WIB

HRD Pimpin Kelompok PKB Aceh Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:26 WIB

Gubernur Nawipa: HAN 2026 Momentum Hentikan Kekerasan Terhadap Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:10 WIB

Penyanyi Chris Brown mengaku bersalah tawuran di klub malam London

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:02 WIB

Ditengah Pemeriksaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung Siapkan Mobil Tahanan

Berita Terbaru