Ringkasan Berita:
- KKN Reguler Periode XXIX Mahasiswa USK Kelompok 85 melaksanakan sosialisasi Prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) dalam Penanganan Daging Kurban di Gampong Drien Bungong, Pidie Jaya, pada 19 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan daging kurban dengan baik dan benar.
- Selain itu, siswa juga mengadakan program Pelatihan Public Speaking kepada anak-anak di TPA.
RakyatPos.id – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Angkatan 85 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode XXIX melaksanakan program sosialisasi Prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) dalam Penanganan Daging Kurban di Gampong Drien Bungong, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada tanggal 19 Juli 2026.
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan daging kurban dengan baik dan benar agar kualitas daging tetap terjaga, aman dikonsumsi, dan memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Edukasi ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat memahami cara menangani daging kurban secara higienis, mulai dari proses penerimaan, pengemasan, hingga penyimpanan.
Ketua KKN Reguler Periode XXIX USK Kelompok 85, Ahmad Sultan, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan pemahaman mengenai keamanan pangan asal hewan.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memberikan informasi yang mudah dipahami masyarakat terkait cara penanganan daging kurban sesuai prinsip ASUH. Kami berharap ilmu yang disampaikan dapat diterapkan sehingga kualitas dan keamanan daging tetap terjaga hingga dikonsumsi,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengajian di Gampong Drien Bungong. Materi penyuluhan disampaikan oleh Balqis Izzatunnisaa', mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan mengenai makna prinsip ASUH, pentingnya menjaga kebersihan saat menangani daging kurban, penggunaan wadah pengemasan yang aman, penyimpanan daging pada suhu yang sesuai, serta alasan penggunaan plastik hitam tidak dianjurkan karena berpotensi mengandung zat pewarna yang dapat berpindah ke makanan. Materi disampaikan secara interaktif dengan memberikan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami masyarakat.
Selain sesi penyuluhan, mahasiswa KKN juga mengadakan sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat menanyakan berbagai pertanyaan terkait penanganan daging kurban yang sering ditemui di masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai bagaimana menjaga kualitas daging selama proses distribusi hingga penyimpanan di rumah.
Melalui Program Penyuluhan Prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) Penanganan Daging Kurban, mahasiswa KKN Reguler USK Kelompok 85 Periode XXIX berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan asal hewan terus meningkat. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah membangun kebiasaan penanganan daging kurban yang lebih higienis, aman, dan berkualitas guna menjaga kesehatan masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa KKN USK Memberikan Bimbingan Perencanaan Karir Bagi Siswa SMK BUDI Bandar Dua
Gelar Pelatihan Berbicara di Depan Umum
Selain itu, Mahasiswa Studi Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 85 Universitas Syiah Kuala (USK) Periode XXIX melaksanakan program Pelatihan Public Speaking kepada anak-anak di TPA, Gampong Drien Bungong, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada 12 Juli 2026.
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi anak sejak dini agar berani berbicara di depan umum dan mampu menyampaikan pendapat dengan baik.
Ketua KKN Reguler Periode XXIX USK Kelompok 85, Ahmad Sultan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program yang fokus pada pengembangan karakter dan kemampuan komunikasi anak.
“Kami berharap pelatihan ini dapat membantu anak-anak agar lebih berani tampil di depan umum. Selain meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi yang baik juga akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 35 anak TPA. Materi disampaikan oleh Haura Sabita, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala. Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan pengertian public speaking, manfaat berbicara di depan umum, serta empat tips sederhana untuk meningkatkan rasa percaya diri saat berbicara. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan praktek langsung sehingga memudahkan anak dalam memahami materi yang diberikan.
Selain sesi penyampaian materi, mahasiswa KKN juga mengajak peserta untuk melatih kemampuan berbicaranya dengan cara memperkenalkan diri, menyampaikan cita-citanya, dan bercerita pendek di hadapan teman-temannya. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dan berpartisipasi aktif sepanjang pelatihan.
Melalui program Pelatihan Public Speaking ini, mahasiswa KKN Reguler Periode XXIX USK Kelompok 85 berharap anak-anak TPA semakin percaya diri berbicara di depan umum, berani mengemukakan pendapat, dan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi yang baik sejak dini.(rel/*)

















