Ringkasan Berita:
- Media Iran, Tasnim News Agency, melaporkan kapal tanker tersebut mengalami ledakan setelah meninggalkan koridor pelayaran yang disetujui otoritas Teheran di salah satu jalur laut tersibuk di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Laporan tersebut menyebutkan, sebelum kejadian terjadi, Iran telah berulang kali memperingatkan seluruh kapal yang melewati Selat Hormuz untuk tetap berada pada jalur yang ditentukan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
RakyatPos.id – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah sebuah kapal tanker minyak dikabarkan meledak akibat diduga menabrak ranjau laut setelah meninggalkan jalur pelayaran yang ditentukan Iran.
Media Iran, Tasnim News Agency, melaporkan kapal tanker tersebut mengalami ledakan setelah meninggalkan koridor pelayaran yang disetujui otoritas Teheran di salah satu jalur laut tersibuk di dunia.
Laporan tersebut menyebutkan, sebelum kejadian terjadi, Iran telah berulang kali memperingatkan seluruh kapal yang melewati Selat Hormuz untuk tetap berada pada jalur yang ditentukan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Jurnalis Al Jazeera Resul Serdar Atas, yang melaporkan dari Teheran, mengatakan informasi awal menunjukkan kapal tanker tersebut diduga tidak berkoordinasi dengan pihak berwenang Iran sebelum melewatinya.
Baca juga: Intelijen AS Menyelidiki Tuduhan Rusia Membantu Iran Menyerang Fasilitas Rahasia CIA di Timur Tengah
Menurut media Iran, ledakan terjadi setelah kapal menabrak ranjau laut karena menyimpang dari jalur yang ditetapkan angkatan bersenjata Iran.
Pemerintah Iran sebelumnya telah menekankan bahwa setiap kapal yang meninggalkan koridor pelayaran resmi akan menanggung risiko dan konsekuensinya sendiri.
Peringatan tersebut bukanlah hal baru. Ketika Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menghentikan atau menyerang sejumlah kapal pada insiden sebelumnya, mereka selalu menegaskan bahwa semua kapal yang melewati Selat Hormuz wajib berkoordinasi dengan otoritas Iran dan menggunakan jalur yang telah ditentukan.
Ajukan Pertanyaan Besar
Peristiwa ledakan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.
Analis pertahanan sekaligus purnawirawan Angkatan Laut Rumania, Alexandru Hudisteanu menilai ledakan tersebut dapat memiliki sejumlah makna strategis di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Menurutnya, Teheran mungkin sedang menguji apakah Amerika Serikat masih memiliki keinginan untuk melakukan serangan militer, sekaligus mengirimkan sinyal bahwa operasi pembersihan ranjau yang dilakukan Washington di Selat Hormuz belum sepenuhnya efektif.
Dia menambahkan bahwa langkah tersebut juga dapat memperkuat narasi Iran bahwa hanya koridor pelayaran yang disetujui oleh IRGC yang benar-benar aman untuk dilalui kapal komersial.
Meski demikian, Hudisteanu mengingatkan masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut karena hingga saat ini laporan hanya berasal dari sumber Iran.
Dia menjelaskan, ranjau laut bisa terlepas dari posisinya atau berada tepat di bawah permukaan air sehingga sulit dideteksi oleh kapal yang lewat.
Terkait kemungkinan respons Amerika Serikat, Hudisteanu menilai Washington tampaknya telah mencapai batasan sementara dalam penggunaan opsi militer karena serangan sebelumnya tidak berhasil mengubah sikap Iran.

















