Ringkasan Berita:
- Puing-puing kapal Pan Am Clipper Endeavour yang jatuh di Samudera Atlantik pada tahun 1952 akhirnya ditemukan di kedalaman 610 meter dekat Puerto Rico setelah hilang selama 74 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Tragedi yang menewaskan 52 dari 69 penumpang dan awak pesawat menjadi pemicu lahirnya peraturan wajib briefing keselamatan penerbangan sebelum lepas landas.
- Penemuan ini juga memberi harapan baru bagi pencarian pesawat lain yang masih hilang, termasuk Malaysia Airlines MH370.
Puing-puing kapal Pan Am Clipper Endeavour yang jatuh di Samudera Atlantik pada tahun 1952 akhirnya ditemukan di kedalaman 610 meter dekat Puerto Rico setelah hilang selama 74 tahun.
RakyatPos.id, WASHINGTON DC – Misteri hilangnya pesawat Pan American Airways (Pan Am) yang tenggelam di Samudera Atlantik pada tahun 1952 akhirnya menemukan titik terang.
Setelah lebih dari tujuh dekade, tim peneliti berhasil menemukan puing-puing pesawat di dasar laut.
Sekaligus mengungkap kembali salah satu tragedi penerbangan yang menjadi tonggak lahirnya standar keselamatan modern.
Pesawat yang diberi nama Clipper Endeavour, jenis Douglas DC-4, ditemukan di kedalaman sekitar 610 meter, di lepas pantai Puerto Rico.
Penemuan tersebut dilakukan dengan menggunakan kendaraan bawah air tak berawak (drone) yang dilengkapi teknologi sonar untuk memetakan dasar laut.
Pesawat tersebut jatuh pada 11 April 1952 saat dalam perjalanan menuju New York.
Baca juga: Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran
Beberapa saat setelah lepas landas, pesawat mengalami kendala pada sejumlah mesin sehingga pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di permukaan laut.
Tabrakan dengan air berhasil diatasi dan seluruh penumpang serta awak pesawat selamat.
Namun keadaan berubah menjadi tragedi ketika pesawat tenggelam dengan sangat cepat.
Banyak penumpang yang kesulitan mencari pelampung atau rakit penyelamat sehingga menyebabkan proses evakuasi menjadi kacau.
Dari total 69 orang yang berada di dalam pesawat, terdiri dari 64 penumpang dan lima awak, hanya 17 orang yang berhasil selamat.
Peristiwa ini kemudian menjadi salah satu peristiwa yang mengubah dunia penerbangan.
Tragedi Clipper Endeavour mendorong lahirnya berbagai peraturan baru terkait keselamatan penerbangan.
Baca juga: VIDEO – Misteri Pesawat Kiamat Rusia di Teheran, Ini Fakta dan Dugaan Misinya

















