Oleh : Hendra Budian *)
Panggung politik seringkali dipenuhi dengan keributan, narasi-narasi yang saling bersaing, dan bahkan benturan kepentingan yang tajam.
Namun, di tengah kisruhnya gedung parlemen, selalu ada sosok-sosok gamblang yang mampu menghadirkan ketenangan dan memecah kebuntuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi saya, salah satu tokoh tersebut adalah sahabat saya: Ihsanuddin MZ atau yang lebih akrab dan akrab disapa Haji Ihsan.
Persahabatan kita terjalin erat dalam dinamika kerja institusi.
Pada periode 2019-2024, saat saya menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua DPR Aceh dari Fraksi Partai Golkar, Haji Ihsan dipercaya memimpin Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Intensitas interaksi kami semakin tinggi karena kami sama-sama duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPRA, sebuah “dapur utama” tempat perumusan arah pembangunan dan kehidupan masyarakat Aceh.
Baca juga: BREAKING NEWS – Ihsanuddin Gantikan Tgk H Mawardi di Banggar DPRA
Proses pembahasan anggaran bukanlah pekerjaan mudah. Konflik pendapat dan perbedaan pandangan adalah makanan sehari-hari.
Namun di saat-saat krusial itulah peran Haji Ihsan menjadi sangat vital. Ia merupakan politisi yang santun, kalem, dan sangat piawai mengurai benang kusut komunikasi politik.
Haji Ihsan tidak pernah terburu-buru dalam mengambil keputusan dan tidak pernah panik dalam situasi genting apapun.
Tak heran, banyak karya rumit Dewan yang selalu berhasil menemukan akhir bahagia ketika tersentuh oleh dinginnya tangannya.
Bagi saya pribadi, Haji Ihsan adalah gambaran nyata seorang politikus yang sempurna.
Dedikasi tanpa batas jabatan
Baca juga: Forum Masyarakat Pidie Jaya Banda Aceh Terbentuk, Ihsanuddin MZ Terpilih Sebagai Ketua
Politik seringkali dinilai dari seberapa tinggi jabatan struktural yang dipegang. Namun Haji Ihsan membuktikan bahwa pelayanan tidak pernah dibatasi oleh ruang dan posisi.
Pada periode 2024-2029, dinamika internal menempatkannya sebagai anggota DPRA biasa, tanpa jabatan ketua fraksi atau keanggotaan di Banggar.
Namun ritme dan kualitas kerja Dewannya tidak pernah pudar sedikit pun. Rasa kepeduliannya masih membumbung tinggi.
















