RakyatPos.id – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran untuk pertama kalinya dari pangkalan militer di Inggris sejak Andy Burnham menjabat Perdana Menteri Inggris.
Sejumlah pejabat mengungkapkan, pesawat pembom jarak jauh B-1 Lancer lepas landas dari Pangkalan Udara RAF Fairford di Gloucestershire pada Selasa (22/7/2026) untuk menyerang sasaran milik Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Sumber yang dikutip Axios menyebutkan, pesawat tersebut mampu membawa hingga 24 bom berbobot 2.000 pon dan keberangkatannya terlacak melalui situs pemantauan penerbangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintahan Burnham dilaporkan melanjutkan kebijakan pendahulunya, Keir Starmer, yang mengizinkan militer AS menggunakan RAF Fairford di Inggris serta pangkalan Diego Garcia di Kepulauan Chagos untuk operasi yang diklaim sebagai “serangan defensif”.
Keputusan tersebut memicu kekhawatiran karena Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband sebelumnya diketahui menentang penggunaan pangkalan Inggris untuk operasi pengeboman AS terhadap Iran.
Penolakannya bahkan menimbulkan ketegangan antara pemerintah Inggris dan Presiden Donald Trump.
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran
Di tengah eskalasi konflik, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap Teheran.
Ia menegaskan, Amerika Serikat akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Teheran menyerang kapal di Selat Hormuz.
Ancaman itu muncul setelah serangan udara AS semalam menghantam perbatasan Shalamcheh yang menghubungkan Iran dan Irak.
Serangan itu menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 11 orang lainnya.
Pada saat kejadian, banyak warga sipil sedang berkumpul untuk melakukan perjalanan ke tempat suci Syiah di Irak menjelang hari raya keagamaan.
Iran Mengancam akan Membalas dengan Prinsip “Mata ganti Mata”.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menekankan bahwa negaranya akan membalas setiap serangan terhadap wilayah atau infrastruktur Iran.
“Doktrin pertahanan kami jelas, saling berhadapan. Setiap agresi terhadap Iran akan ditanggapi dengan respons yang kuat dan tegas,” ujarnya.
Dia juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang membantu serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai target yang sah.
Sementara itu, sumber militer mengatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa Iran sedang mempersiapkan serangan balasan terhadap fasilitas Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
AS Siaga Penuh, Tambah Pasukan dan Dana Perang
















