UEA menyambut baik upaya Saudi untuk mendukung keamanan di Yaman, kata Kementerian Luar Negeri

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUBAI, 26 Desember (Reuters) – Uni Emirat Arab menyambut baik upaya Arab Saudi untuk mendukung keamanan dan stabilitas di Yaman dan tetap berkomitmen untuk mendukung stabilitas di negara itu, kata Kementerian Luar Negeri UEA pada Jumat.

Kelompok separatis utama Yaman di selatan, Dewan Transisi Selatan (STC), yang didukung oleh Abu Dhabi, telah mengusir pemerintah yang didukung Saudi dan diakui secara internasional dari markas besarnya di Aden sambil mengklaim kendali luas di wilayah selatan awal bulan ini.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“UEA menegaskan kembali komitmen teguhnya untuk mendukung semua upaya yang bertujuan memperkuat stabilitas dan pembangunan di Yaman,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

Arab Saudi mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya tetap berharap STC akan mengakhiri eskalasi dan menarik pasukannya dari provinsi timur Hadramout dan Mahra.

Delegasi militer gabungan Saudi-UEA tiba di Aden pada 12 Desember untuk membahas langkah-langkah yang bertujuan meredakan ketegangan.

Arab Saudi mengatakan tim-tim tersebut dikirim untuk membuat “pengaturan yang diperlukan” guna memastikan kembalinya pasukan STC ke posisi mereka sebelumnya di luar kedua provinsi tersebut, dan menambahkan bahwa upaya tersebut masih berlangsung.

STC awalnya merupakan bagian dari aliansi Muslim Sunni yang dipimpin Saudi yang melakukan intervensi di Yaman pada tahun 2015 melawan Houthi yang bersekutu dengan Iran. Namun kelompok ini telah berbalik melawan pemerintah dan mencari pemerintahan sendiri di wilayah selatan.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak tahun 2014, dimana kelompok Houthi menguasai bagian utara negara itu, termasuk ibu kota Sanaa, setelah memaksa pemerintah yang didukung Saudi melarikan diri ke selatan.

Terletak di antara Arab Saudi dan jalur pelayaran penting di Laut Merah, Yaman terpecah menjadi negara bagian utara dan selatan hingga tahun 1990.

(Laporan oleh Ahmed Elimam dan Nayera Abdallah; Penyuntingan oleh Christian Schmollinger dan Muralikumar Anantharaman)


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar
Empat Alumni FIKES UMMAH Lulus Program Kerja dan Magang di Jerman dan Jepang
Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Hentikan Penambangan Ilegal di Baya Biru
Roy Suryo Ungkap Alasan Gugat Polda Metro soal Santunan Rp 206 Juta Terkait Kasus Ijazah Jokowi
Trump Penuhi Ancaman, AS Serang Puluhan Sasaran Militer Iran Usai Serangan Rudal di Pangkalan Amerika

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:07 WIB

Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:52 WIB

Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:25 WIB

Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:55 WIB

Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Hentikan Penambangan Ilegal di Baya Biru

Berita Terbaru

HEADLINE

Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:07 WIB

HEADLINE

Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:03 WIB