Blog langsung kami akan segera ditutup hingga besok pagi.
Berikut perkembangan penting hari ini:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Israel mendesak AS untuk tetap menerapkan sanksi AS terhadap Suriah sebagai alat tawar-menawar dalam perundingan di masa depan, namun Trump menolak permintaan tersebut, demikian laporan media publik Kan.
-
Tim pertahanan sipil menyelamatkan seorang anak dari bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal yang runtuh menimpa penghuninya di lingkungan Al Sheikh Radwan di Kota Gaza, Quds News Network melaporkan.
-
Lebih dari 500.000 warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki telah kehilangan mata pencaharian sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, menurut laporan Anadolu Agency.
-
AS bergabung dengan Qatar, Mesir dan Turki dalam mendesak pihak-pihak yang terlibat dalam gencatan senjata di Gaza untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka dan menahan diri, kata utusan utama AS setelah pembicaraan di Miami.
-
Militer Israel mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa mereka membunuh dua warga Palestina di Tepi Barat utara pada Sabtu malam.
-
Militer Israel mengatakan pihaknya menewaskan dua warga Palestina dalam serangan tersebut, mengklaim bahwa mereka melintasi apa yang disebut garis kuning di Jalur Gaza utara.
-
Tentara Israel pada hari Jumat menembaki sebuah sekolah yang digunakan sebagai tempat penampungan, tempat keluarga pengungsi Palestina berkumpul untuk pesta pernikahan, menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk seorang bayi berusia lima bulan.
-
Tahap pertama dari rencana penyitaan senjata di selatan Sungai Litani akan berakhir dalam “beberapa hari”, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan dalam sebuah pernyataan.
-
Doctors Without Borders (MSF) mengatakan anak-anak di Gaza sekarat karena cuaca dingin, dan mendesak Israel untuk mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke wilayah tersebut.
















