Pusat Informasi Palestina
Juru bicara Pertahanan Sipil di Jalur Gaza, Mahmoud Basal, menjelaskan bahwa warga sipil yang menjadi martir malam ini dalam pembantaian Mawasi di Khan Yunis, di selatan Jalur Gaza, tidak berada di dalam zona pertempuran, melainkan di dalam kamp penampungan tempat para pengungsi berlindung berdasarkan instruksi sebelumnya, dan menganggapnya sebagai wilayah yang “aman”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada hari Rabu, Basal menekankan bahwa berulangnya serangan terhadap tempat penampungan menimbulkan pertanyaan serius tentang jumlah pembantaian yang harus terjadi agar masyarakat internasional menyadari bahwa apa yang terjadi di Gaza tidak dapat diklasifikasikan sebagai “respons terhadap suatu peristiwa,” melainkan merupakan penargetan langsung dan sistematis terhadap warga sipil.
Dia menekankan bahwa apa yang terjadi di Mawasi Khan Yunis bukanlah “insiden yang terisolasi,” melainkan terjadi dalam konteks bencana kemanusiaan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, di mana kondisi kehidupan semakin memburuk dan korban terus berjatuhan meskipun gencatan senjata telah diumumkan.
Pengeboman Israel yang menargetkan kamp penampungan dekat Rumah Sakit Kuwait di Mawasi Khan Yunis mengakibatkan kematian enam warga dan melukai sepuluh lainnya, termasuk kasus-kasus yang dianggap serius.
















