'Perdamaian tidak jauh lagi,' kata Erdogan, sekembalinya dari pertemuan Putin

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ISTANBUL, 13 Desember (Reuters) – Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang baru saja selesai bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan ia berharap untuk ⁠membahas rencana perdamaian Ukraina-Rusia dengan Presiden AS Donald Trump, dan menambahkan bahwa “perdamaian tidak akan lama lagi”.

Erdogan bertemu Putin di Turkmenistan pada hari Jumat, dan mereka mengevaluasi “upaya perdamaian komprehensif” untuk mengakhiri perang, sebuah pernyataan dari kantor Erdogan mengatakan pada hari Jumat, dan Turki menegaskan kembali kesiapannya untuk mendukung ⁠upaya perdamaian.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah pertemuan dengan Putin ini, kami berharap mendapat kesempatan untuk membahas rencana perdamaian dengan Presiden AS Trump juga. Perdamaian tidak lama lagi; kami melihatnya,” kata Erdogan kepada wartawan dalam penerbangan pulang dari Turkmenistan.

Erdogan telah ⁠mengatakan kepada Putin pada hari Jumat ⁠bahwa gencatan senjata terbatas dalam perang, yang berfokus pada fasilitas energi dan pelabuhan pada khususnya, dapat bermanfaat.

“Laut Hitam tidak boleh dilihat sebagai medan pertempuran. Situasi seperti itu hanya akan merugikan Rusia dan Ukraina,” kata Erdogan dalam komentar yang dirilis oleh kantornya pada hari Sabtu.

“Setiap orang membutuhkan navigasi yang aman di Laut Hitam. Hal ini harus dipastikan.”

Rusia menyerang dua pelabuhan Ukraina pada hari Jumat, merusak ‌tiga kapal milik Turki termasuk sebuah kapal yang membawa ‌persediaan makanan, kata pejabat Ukraina dan satu pemilik kapal, beberapa hari setelah Moskow mengancam akan memutus Ukraina dari laut.

(Laporan oleh Tuvan Gumrukcu; Penulisan ⁠oleh Daren Butler; Penyuntingan oleh Peter Graff dan Jan Harvey)


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru