Ayah dan anak diidentifikasi sebagai tersangka penyerangan acara Hanukkah di Australia — RakyatPos.id

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pria bersenjata yang menewaskan sedikitnya 16 orang di Pantai Bondi pada hari Minggu dilaporkan berjanji setia kepada kelompok teror Negara Islam (ISIS).

Seorang ayah dan anak telah diidentifikasi sebagai tersangka di balik serangan mematikan terhadap anggota komunitas Yahudi di Pantai Bondi Australia, kata polisi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari Minggu, kedua penyerang menembaki orang-orang yang berkumpul di pinggiran kota Sydney untuk memperingati hari pertama Hanukkah, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Kepolisian Queensland mengatakan serangan itu dianggap sebagai tindakan terorisme.

Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai Sajid Akram dan putranya, Naveed Akram. Komisaris Polisi New South Wales Mal Lanyon mengatakan kepada wartawan bahwa Sajid Akram tewas di tempat kejadian, sementara putranya berada di dalam rumah. “kondisi kritis tapi stabil” dan tetap di rumah sakit. Ia menambahkan, Sajid Akram secara sah memiliki enam pucuk senjata api.

“Pihak berwenang hanya mengetahui sedikit tentang orang-orang ini,” kata Lanyon.

Stasiun penyiaran publik Australia, ABC, melaporkan bahwa penyelidik kontraterorisme yakin Akram telah berjanji setia kepada Negara Islam (ISIS, sebelumnya ISIS/ISIL). Bendera kelompok itu dilaporkan ditemukan di mobil mereka.


Menurut jaringan tersebut, badan intelijen domestik Australia ASIO menyelidiki Naveed Akram enam tahun lalu atas hubungannya dengan simpatisan ISIS Isaac El Matari, yang ditangkap pada tahun 2019 karena merencanakan serangan teroris dan kemudian dijatuhi hukuman penjara.

Ketua ASIO Mike Burgess membenarkan bahwa salah satu tersangka diketahui agensi tersebut, namun “tidak dalam perspektif ancaman langsung.”

Perdana Menteri Anthony Albanese mengutuk penembakan itu “tindakan jahat antisemitisme dan terorisme yang telah melanda hati bangsa kita.”

“Serangan terhadap warga Yahudi Australia adalah serangan terhadap setiap warga Australia,” dia menambahkan.

Para pejabat Israel dan kelompok-kelompok Yahudi sebelumnya menuduh Australia menjelek-jelekkan Israel atas perang di Gaza dan tidak berbuat cukup banyak untuk memerangi antisemitisme.

Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru