Australia menyerang pejabat Taliban Afghanistan dengan sanksi dan larangan bepergian

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SYDNEY, 6 Desember (Reuters) – Australia pada Sabtu memberlakukan sanksi keuangan dan larangan perjalanan terhadap empat pejabat di pemerintahan Taliban Afghanistan atas apa yang disebutnya sebagai situasi hak asasi manusia yang memburuk di negara itu, terutama bagi perempuan dan anak perempuan.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan para pejabat tersebut terlibat “dalam penindasan terhadap perempuan dan anak perempuan serta merusak pemerintahan yang baik atau supremasi hukum” di negara yang dikuasai Taliban.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Australia adalah salah satu dari beberapa negara yang pada Agustus 2021 menarik pasukannya keluar dari Afghanistan, setelah menjadi bagian dari pasukan internasional pimpinan NATO yang melatih pasukan keamanan Afghanistan dan melawan Taliban selama dua dekade setelah pasukan yang didukung Barat menggulingkan militan Islam dari kekuasaan.

Taliban, sejak merebut kembali kekuasaan di Afghanistan, telah dikritik karena sangat membatasi hak dan kebebasan perempuan dan anak perempuan melalui larangan pendidikan dan pekerjaan.

Taliban mengatakan mereka menghormati hak-hak perempuan, sejalan dengan interpretasi mereka terhadap hukum Islam dan adat istiadat setempat.

Wong mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sanksi tersebut menargetkan tiga menteri Taliban dan ketua hakim kelompok tersebut, dan menuduh mereka membatasi akses bagi anak perempuan dan perempuan “untuk pendidikan, pekerjaan, kebebasan bergerak dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik”.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari kerangka baru pemerintah Australia yang memungkinkan mereka untuk “secara langsung menerapkan sanksi dan larangan perjalanan untuk meningkatkan tekanan terhadap Taliban, yang menargetkan penindasan terhadap rakyat Afghanistan”, kata Wong.

Australia menampung ribuan pengungsi, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dari Afghanistan setelah Taliban mengambil kembali kekuasaan di negara Asia Selatan yang hancur akibat perang tersebut, di mana sebagian besar penduduknya kini bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

(Laporan oleh Sam McKeith di Sydney; Disunting oleh Edmund Klamann)


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru