Alumni Karantina Tahfidz Nasional Darul Istiqamah Kembangkan Metode Tajwid Akbariyah, Jangkau 5.000 Alumni dalam Dua Tahun

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Metode pembelajaran ilmu tajwid Al-Qur’an yang praktis dan sistematis terus dikembangkan untuk membantu masyarakat membaca Al-Qur’an sesuai kaidah yang benar. Salah satu inovasi tersebut adalah Metode Tajwid Akbariyah, yang diperkenalkan oleh Ustadz Hajar Akbar, seorang pengajar Al-Qur’an asal Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Metode Akbariyah mulai diperkenalkan di wilayah Gowa dan Makassar pada pertengahan 2024. Pendekatan ini dirancang untuk membantu pembaca Al-Qur’an, santri, hingga guru mengaji dalam memahami teori ilmu tajwid sekaligus mempraktikkannya secara tepat.

Menariknya, Ustadz Hajar Akbar merupakan alumni Karantina Tahfidz Nasional Darul Istiqamah angkatan ke-8 pada 2019. Berbekal pengalaman dan kepeduliannya terhadap pembelajaran Al-Qur’an, ia mengembangkan metode yang diharapkan dapat mempermudah proses belajar membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Metode ini dikembangkan melalui Yayasan Al Akbar Centre Indonesia dengan menitikberatkan pada tiga komponen utama, yaitu makharijul huruf, ilmu tajwid, dan gharibul Qur’an. Ketiganya disusun dalam materi pembelajaran yang praktis, sistematis, efektif, dan menyenangkan.

Dalam kurun waktu dua tahun, program Training Qur’an Al Akbariyah dilaporkan telah menjangkau sekitar 5.000 alumni. Ratusan di antaranya juga telah mengikuti Kuliah Tajwid Sertifikasi Qur’an Nasional (SQN) Level 1 hingga Level 3.

Berawal dari Makharijul Huruf, Dilanjutkan Ilmu Tajwid

Salah satu karakteristik Metode Akbariyah adalah penempatan pembelajaran makharijul huruf sebagai tahap awal. Makharijul huruf merupakan pembahasan mengenai tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah ketika dilafalkan.

Materi ini disusun dengan mengelompokkan huruf-huruf yang memiliki kesamaan tempat keluar. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat mengenali perbedaan pelafalan huruf secara lebih terarah sebelum mempelajari berbagai hukum bacaan Al-Qur’an.

Penguasaan makharijul huruf menjadi fondasi penting dalam pembelajaran tajwid. Pemahaman mengenai tempat keluarnya huruf dapat membantu peserta mempelajari berbagai hukum bacaan, seperti idzhar halqi, idzhar syafawi, idgham mimi, idgham mutamatsilain, idgham mutajanisain, dan idgham mutaqaribain.

Setelah memahami makhraj setiap huruf hijaiyah, peserta melanjutkan pembelajaran ke materi ilmu tajwid yang disusun secara praktis dan sistematis. Tahapan berikutnya adalah mempelajari gharibul Qur’an, yaitu materi mengenai bacaan-bacaan khusus dalam Al-Qur’an yang memerlukan pemahaman tersendiri.

Pembagian materi tersebut diharapkan membantu peserta mempelajari ilmu tajwid secara bertahap, mulai dari dasar pelafalan huruf hingga materi bacaan yang lebih spesifik.

Nama Akbariyah sendiri diambil dari nama pengembangnya, Ustadz Hajar Akbar. Penamaan tersebut membawa harapan agar metode ini semakin dikenal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi guru Al-Qur’an, santri, serta masyarakat yang ingin memperbaiki kualitas bacaan mereka.

Kuliah Metode Tajwid Akbariyah Sertifikasi Qur’an Nasional

Beragam Program Pelatihan Tajwid Akbariyah

Untuk menjangkau peserta dengan kebutuhan dan tingkat penguasaan yang berbeda, Training Qur’an Al Akbariyah menyediakan beberapa bentuk program pembelajaran. Program tersebut meliputi sosialisasi, kuliah tajwid bersertifikasi dalam tiga level, serta kuliah tajwid intensif.

1. Sosialisasi Akbariyah

Program sosialisasi dilaksanakan selama empat jam. Kegiatan ini menjadi pengenalan awal terhadap pendekatan pembelajaran Akbariyah, termasuk contoh bacaan yang salah, pembagian huruf hijaiyah, dan berbagai tempat keluarnya huruf.

Sesi sosialisasi ditutup dengan permainan edukatif menggunakan peraga Akbariyah. Penggunaan alat peraga dan permainan diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik sekaligus membantu peserta memahami materi dasar.

2. Kuliah Tajwid Sertifikasi Qur’an Nasional Level 1

Program SQN Level 1 berlangsung selama dua hari penuh. Materi yang diberikan mencakup makharijul huruf, ilmu tajwid, dan gharibul Qur’an.

Media pembelajaran utamanya berupa buku panduan yang dilengkapi lembar kerja praktik. Melalui kombinasi materi tertulis dan latihan, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam membaca Al-Qur’an.

Peserta yang dinyatakan lulus program ini memperoleh syahadah atau gelar nonakademik Certified Tahsin Qur’an Basic (C.TQB).

3. Kuliah Tajwid Sertifikasi Qur’an Nasional Level 2

SQN Level 2 juga berlangsung selama dua hari penuh dengan cakupan materi lanjutan. Peserta mempelajari sifat-sifat huruf, serta materi tajwid dan gharibul Qur’an pada tingkat yang lebih mendalam.

Buku panduan dan lembar kerja praktik tetap digunakan sebagai media utama pembelajaran. Program ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap karakteristik huruf dan penerapan kaidah bacaan.

Peserta yang lulus SQN Level 2 memperoleh gelar nonakademik Certified Tahsin Qur’an Professional (C.TQP).

4. Kuliah Tajwid Sertifikasi Qur’an Nasional Level 3

Berbeda dari dua level sebelumnya, SQN Level 3 menitikberatkan pada pengujian kemampuan peserta dalam menyampaikan materi yang telah dipelajari.

Peserta yang mengikuti program ini harus terlebih dahulu menyelesaikan SQN Level 1 dan Level 2. Mereka juga diwajibkan mengumpulkan sedikitnya 10 orang dari kalangan santri maupun guru mengaji sebagai peserta pelatihan. Dalam kegiatan tersebut, peserta SQN Level 3 bertindak sebagai pemateri.

Skema ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempraktikkan kemampuan mengajar dan menyampaikan materi tajwid kepada orang lain.

Peserta yang lulus SQN Level 3 memperoleh gelar nonakademik Certified Tahsin Qur’an Expert (C.TQE).

5. Kuliah Tajwid Intensif

Selain program sertifikasi bertingkat, tersedia Kuliah Tajwid Intensif yang dilaksanakan dalam minimal 10 kali pertemuan. Materinya setara dengan cakupan SQN Level 1, yakni makharijul huruf, ilmu tajwid, dan gharibul Qur’an.

Pertemuan dijadwalkan satu kali setiap pekan dengan durasi dua jam per sesi. Pola ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar secara bertahap dan memiliki waktu untuk mengulang materi di antara pertemuan.

Setelah menuntaskan materi, peserta dapat melanjutkan ke program tahsin rutin Qiro’atuttajwidil Qur’an. Program tersebut membahas makhraj, hukum tajwid, dan gharibul Qur’an pada setiap ayat yang dibaca.

Mencetak Pembaca Al-Qur’an yang Fasih dan Guru yang Kompeten

Program Akbariyah memiliki dua tujuan utama. Pertama, melahirkan santri dan peserta didik yang fasih membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Kedua, mencetak guru Al-Qur’an yang menguasai ilmu tajwid secara teoretis maupun praktis sehingga mampu membimbing peserta didiknya dengan lebih baik.

Kedua tujuan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan individu dalam membaca Al-Qur’an. Program ini juga berupaya memperkuat kapasitas pengajar melalui pembelajaran berjenjang dan praktik penyampaian materi.

Dengan adanya program lanjutan hingga Level 3, peserta memperoleh kesempatan untuk menguji pemahaman sekaligus melatih kemampuan mengajarkan kembali materi yang telah dipelajari.

Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pembelajaran tajwid melalui para peserta yang kemudian membagikan pengetahuan dan keterampilannya kepada santri maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.

5.000 Alumni dalam Dua Tahun

Dalam kurun waktu dua tahun, Training Qur’an Al Akbariyah dilaporkan telah menghasilkan sekitar 5.000 alumni. Dari jumlah tersebut, ratusan peserta telah mengikuti Kuliah Tajwid Sertifikasi Qur’an Nasional Level 1 hingga Level 3 dan memperoleh sertifikasi yang disebut berlaku pada tingkat nasional maupun internasional.

Capaian tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan program Akbariyah sejak diperkenalkan pada 2024. Selain memperkenalkan metode pembelajaran, program ini menyediakan jalur pelatihan berjenjang bagi peserta yang ingin meningkatkan kompetensi dalam tahsin dan pengajaran ilmu tajwid.

Meski demikian, jumlah alumni program pelatihan dan jumlah peserta yang memperoleh sertifikasi merupakan dua kategori yang berbeda. Karena itu, pencapaian keduanya perlu dipahami sesuai cakupan masing-masing.

Informasi mengenai legalitas, lisensi, dan pengakuan sertifikasi juga penting disampaikan secara tepat agar calon peserta dapat mengetahui lembaga penerbit, ruang lingkup, serta status pengakuan dari setiap dokumen yang diperoleh.

Dalam informasi program yang disampaikan, sejumlah nama lembaga dan institusi dicantumkan dalam bagian lisensi, yakni Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), HKI Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Ketenagakerjaan, Kominfo/Komdigi, Peruri, serta Mahir Academy International. Bentuk dan ruang lingkup hubungan setiap institusi dengan program Akbariyah perlu dirujuk pada dokumen resmi masing-masing.

Mengembangkan Pembelajaran Al-Qur’an yang Sistematis

Kehadiran Metode Tajwid Akbariyah memperlihatkan upaya menghadirkan pembelajaran ilmu tajwid dengan susunan materi yang bertahap, media pendukung, dan program pelatihan yang beragam.

Melalui pengenalan makharijul huruf, pembelajaran ilmu tajwid, hingga materi gharibul Qur’an, metode ini dirancang untuk membantu peserta memahami bacaan Al-Qur’an secara lebih terstruktur. Sementara itu, program sertifikasi dan praktik mengajar memberikan jalur lanjutan bagi peserta yang ingin memperdalam kompetensi.

Bagi santri, guru mengaji, maupun masyarakat yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an, ketersediaan program dengan durasi dan tingkat pembelajaran berbeda dapat menjadi pilihan untuk menyesuaikan kebutuhan belajar.

Dengan capaian sekitar 5.000 alumni dalam dua tahun menurut informasi penyelenggara, Training Qur’an Al Akbariyah berupaya memperluas manfaat pembelajaran tajwid dan mendorong semakin banyak orang mempelajari serta mengajarkan bacaan Al-Qur’an sesuai kaidahnya. (rls)

Berita Terkait

ODI Tri-Series (PAK) 2026/27, Pratinjau Pertandingan ENG vs SL ke-3
Pada tahun 2006, Al Pacino mulai menyewa rumah Jackie Collins di Beverly Hills selama 18 tahun; rumah tersebut kemudian dipasarkan seharga USD 15,95 juta setelah dia pindah pada tahun 2024 |
Pada tahun 1979, Al Pacino dipecat dari peran yang paling ia inginkan. Dia tidak pernah mendapat kesempatan lagi
Ningbo Open 2026: Belinda Bencic Menang Setelah Jelena Ostapenko Pensiun
NZ vs IND 2026/27, Pratinjau Pertandingan T20I Pertama NZ vs IND
Mahkamah Agung Menolak Banding Sunny Balwani dalam Kasus Penipuan Theranos
Tujuh Prediksi Berani untuk Denver Nuggets pada 2026-27
Kartu yang Menampilkan Permainan Unik Chris Webber

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:45 WIB

ODI Tri-Series (PAK) 2026/27, Pratinjau Pertandingan ENG vs SL ke-3

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Pada tahun 2006, Al Pacino mulai menyewa rumah Jackie Collins di Beverly Hills selama 18 tahun; rumah tersebut kemudian dipasarkan seharga USD 15,95 juta setelah dia pindah pada tahun 2024 |

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Pada tahun 1979, Al Pacino dipecat dari peran yang paling ia inginkan. Dia tidak pernah mendapat kesempatan lagi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Ningbo Open 2026: Belinda Bencic Menang Setelah Jelena Ostapenko Pensiun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:25 WIB

NZ vs IND 2026/27, Pratinjau Pertandingan T20I Pertama NZ vs IND

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE