Jangan Cuma Jadi “Yes Man”-nya Prabowo, Ini Lima Pekerjaan Rumah Besar Menteri Keuangan Baru

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id -Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dinilai memiliki lima pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, pekerjaan pertama yang harus dilakukan Suahasil adalah memperbaiki gaya komunikasinya, baik di internal maupun di depan publik.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjabat Wakil Menteri Keuangan selama tujuh tahun sejak era Sri Mulyani, Suahasil dinilai memahami permasalahan internal di lingkungan Kementerian Keuangan.

Gaya komunikasi publik yang keluar juga lebih terorganisir, lebih hati-hati, lebih kredibel, tidak arogan, kata Bhima kepada RMOL, Rabu 16 September 2026.

Lebih lanjut, Bhima mengingatkan Suahasil untuk tidak hanya sekedar menjadi pelaksana kebijakan pemerintah tanpa melakukan evaluasi penggunaan anggaran, terutama program prioritas pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Lalu pekerjaan rumah Pak Suhasil yang kedua, jangan sampai menjadi orang yang yes man. Dia harus bisa melakukan koreksi terhadap anggaran MBG dan Kopdes milik Prabowo yang jumbo yang memakan terlalu banyak anggaran fiskal APBN, kata Bhima.

Menurut Bhima, posisi Menteri Keuangan sangat penting untuk memastikan program-program utama pemerintah tetap berjalan dengan efisiensi anggaran yang tetap terjaga.

Lebih lanjut, Suahasil diminta mengevaluasi kembali kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pemerintah daerah. Bhima menilai efisiensi yang dilakukan sebelumnya perlu ditinjau ulang agar tidak mengganggu pelayanan publik di daerah.

“Mungkin ini saatnya mengevaluasi kembali efisiensi dana transfer daerah agar daerah tidak mengalami gejolak, khususnya terkait pelayanan dasar dan juga nasib PPPK honorer di daerah,” kata Bhima.

Sementara itu, Suahasil juga dinilai perlu menjaga batasan yang jelas antara kebijakan fiskal pemerintah dan kemandirian moneter. Termasuk rencana penyaluran kredit kepada Koperasi Desa Merah Putih melalui perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Poin keempat, Suhasil harus bisa menjaga independensi moneter sebagai pagar api antara fiskal dan moneter, termasuk dalam urusan perkreditan ke Kopdes Merah Putih. Hal ini harus dikaji ulang karena pengalihan risiko fiskal ke risiko moneter dengan melibatkan bank Himbara dalam penyaluran kredit ke Kopdes merupakan risiko yang cukup tinggi, kata Bhima.

Terakhir, Bhima mengingatkan bendahara negara yang baru untuk memperkuat anggaran penanggulangan bencana dengan meningkatkan alokasi anggaran penanggulangan bencana sebelum tahun anggaran 2026 berakhir sesuai skala prioritas.

“Menurut saya, masih ada waktu untuk meningkatkan alokasi anggaran penanggulangan bencana bahkan sebelum tahun 2026 berakhir,” kata Bhima.

Ia mengatakan, pergeseran anggaran tersebut bisa diarahkan untuk penguatan penanggulangan bencana melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya bisa dialihkan ke alokasi penanggulangan bencana BNPB, Basarnas, BMKG karena sekarang bencana dimana-mana, alokasi anggarannya bisa lebih besar, kata Bhima.

Bhima pun memberi waktu maksimal dua bulan kepada Suahasil untuk menunjukkan kinerja awal sebagai Menteri Keuangan.

“Jika tidak, maka kami akan kembali menekan Prabowo untuk merombak menteri keuangannya,” kata Bhima.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Cara Prabowo Pecat Purbaya Bikin Prof Jimly Elus Dada Singgung Etika Bernegara
Gubernur Himbau Masyarakat Papua Selatan Jaga Hutan Mangrove di Pesisir Payum
Dokumen: NWSL Menerima Delapan Pengaduan Pelanggaran Seksual, Pelecehan Seksual, atau Pembalasan Tahun Ini
Seret Nama Nusron, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Korupsi Rp106 Miliar ke Kongres NU
Istana: Presiden Tak Intervensi Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid dalam Kasus Suap HGB Summarecon
Terungkap! Begini kondisi Nusron di tengah OTT KPK
TRACE GALLAGHER: Saya belajar dari pengalaman pahit mengapa akal sehat penting di Amerika
Hulk, penandatanganan yang memutuskan hasil imbang antara Fluminense dan Platense

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:17 WIB

Cara Prabowo Pecat Purbaya Bikin Prof Jimly Elus Dada Singgung Etika Bernegara

Kamis, 17 September 2026 - 09:49 WIB

Gubernur Himbau Masyarakat Papua Selatan Jaga Hutan Mangrove di Pesisir Payum

Kamis, 17 September 2026 - 09:31 WIB

Dokumen: NWSL Menerima Delapan Pengaduan Pelanggaran Seksual, Pelecehan Seksual, atau Pembalasan Tahun Ini

Kamis, 17 September 2026 - 09:19 WIB

Seret Nama Nusron, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Korupsi Rp106 Miliar ke Kongres NU

Kamis, 17 September 2026 - 09:05 WIB

Istana: Presiden Tak Intervensi Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid dalam Kasus Suap HGB Summarecon

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE