Ringkasan Berita:
- Bupati Ayahwa mengajak seluruh masyarakat di 27 kecamatan menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah dengan rasa syukur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Menurutnya, ini momen penting untuk mempererat dakwah Islam, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW.
- Ayah Wa berharap peringatan Maulid Nabi diisi dengan doa, dzikir, hari raya, dan berbagai kegiatan keagamaan yang dapat memberikan nilai positif bagi masyarakat.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
RakyatPos.id, LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil MM atau yang akrab disapa Ayahwa mengajak seluruh masyarakat di 27 kecamatan menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah dengan rasa syukur dan mempererat kebersamaan melalui berbagai kegiatan keagamaan di desa dan masjid.
Ayah Wa menyampaikan ajakan ini dalam rangka menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tahunnya oleh masyarakat Aceh sebagai momen penting untuk mempertebal dakwah Islam, mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Nabi SAW.
Ayah Wa berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya sekedar kegiatan seremonial saja, namun juga diisi dengan doa, dzikir, hari raya, dan berbagai kegiatan keagamaan yang dapat memberikan nilai positif bagi masyarakat.
“Semoga dengan memperingati dan menggelar pesta maulid ini kita memohon kepada Allah SWT agar memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW kelak yaumil mahsyar,” kata Ismail A Jalil kepada Serambinews.com, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, tradisi Maulid Nabi yang sudah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh merupakan bagian dari khazanah keagamaan yang perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Aceh Utara untuk memanfaatkan momentum Maulid Nabi sebagai peluang untuk mempererat persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat.
Oleh karena itu, kepada masyarakat Aceh Utara, mari kita sambut 12 Rabiul Awal, hari lahir Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW, ujarnya.
Ayah Wa juga mengajak masyarakat di seluruh wilayah Aceh Utara untuk berkumpul merayakan Maulid Nabi.
“Mari kita rayakan Maulid Nabi di setiap 27 kecamatan dan berbagai lapisan masyarakat di gampong,” ajaknya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mempunyai tempat tersendiri dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Aceh.
Baca juga: Anak Pedalaman Aceh Utara Asah Kreativitas Melalui Menggambar dan Mewarnai dengan KKN Unimal
Di Aceh Utara, kegiatan ini biasanya tidak hanya berlangsung satu hari saja, melainkan dilaksanakan secara bergiliran di berbagai gampong dan masjid dalam kurun waktu beberapa bulan.
Perayaan maulid pada umumnya diisi dengan zikir dan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW, khotbah keagamaan, salat berjamaah, santunan kepada anak yatim, dan pesta yang kemudian dinikmati bersama masyarakat.
Tradisi ini menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama warga.




















