Ringkasan Berita:
- Mahasiswa KKN PPM Kelompok 26 Unimal menggagas penanaman tanaman herbal di Desa Bayu, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Program ini dilakukan bersama perangkat desa dan masyarakat dengan memanfaatkan lahan kosong yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.
- Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman obat sekaligus mendorong kemandirian warga dalam menjaga kesehatan.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
RakyatPos.id, LHOKSUKON – Mahasiswa Kelompok Studi Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) 26 Universitas Malikussaleh (Unimal) menggagas penanaman tanaman herbal di Desa Bayu, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.
Program ini dilakukan bersama perangkat desa dan masyarakat dengan memanfaatkan lahan kosong yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman obat sekaligus mendorong kemandirian warga dalam menjaga kesehatan.
Sejumlah tanaman herbal yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain jahe, kunyit, jahe, serai, lengkuas, dan lidah buaya.
Lahan kosong tersebut kemudian ditata menjadi kebun herbal yang diharapkan dapat menjadi sumber tanaman obat bagi masyarakat Desa Bayu.
Humas KKN PPM Kelompok 26, Muhammad Fauzil Adim Harahap dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Senin (24/8/2206) mengatakan, program tersebut dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan tanaman herbal yang sebenarnya banyak dijumpai di masyarakat.
“Kami melihat banyak warga yang lebih memilih membeli obat-obatan kimia dibandingkan menggunakan tanaman herbal yang justru tumbuh subur di sekitar mereka,” kata Muhammad.
Menurutnya, pemanfaatan tanaman herbal tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya mengenalkan kembali pengetahuan masyarakat tentang tanaman obat yang telah dimanfaatkan secara turun temurun.
“Melalui program ini kami ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan kekayaan tanaman herbal yang ada di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia berharap kebun herbal yang dibangun mahasiswa KKN dapat menjadi kebun percontohan bagi masyarakat. Ke depan, warga diharapkan bisa menanam tanaman obat secara mandiri di pekarangan masing-masing.
“Kami ingin menciptakan gerakan sehat berbasis tanaman obat. Jika setiap rumah memiliki tanaman herbal, setidaknya masyarakat memiliki alternatif bahan alami untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM Kelompok 26, Dr Naz'aina, MSi Ak., mengapresiasi inisiatif mahasiswa tersebut.
Menurutnya, pengembangan tanaman herbal memiliki manfaat yang tidak hanya terkait dengan kesehatan, namun juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi masyarakat.
“Menanam tanaman herbal merupakan sebuah langkah yang baik. Selain manfaatnya bagi kesehatan, tanaman herbal juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola dan dikembangkan dengan baik,” kata Dr Naz'aina.




















