Rekening Donasi Aksi Pati Diblokir Bank, Jefri Nichol: Uang Pajak Kami Dipakai untuk Aktivis Gangster

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 02:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Aktor Jefri Nichol melontarkan kritik pedas menanggapi kabar pemblokiran akun milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekening yang diblokir tersebut berisi dana pribadi serta sumbangan warga senilai Rp80,9 juta yang disiapkan untuk mendukung aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Jefri Nichol menyoroti besarnya pengaruh aparat penegak hukum (APH) dalam pengendalian akses perbankan nasabah.

“Kerikan banget Bank Mandiri bisa disuruh aparat memblokir rekening aktivis asal Pati yang mau unjuk rasa tanggal 27 di Jakarta. Apa lagi yang bisa mereka akses?…??? Kakak mengawasimu,” tulis Jefri Nichol, dikutip Tribunsumsel.com, Senin (24/8/2026).

Tak berhenti sampai disitu, bintang film Betting itu juga menyindir tindakan aparat yang dinilainya berusaha membungkam gerakan sipil sebelum demonstrasi bisa digelar.

“BTW, aktivisnya belum berdemonstrasi tapi dibungkam pakai rekeningnya. Hebat banget uang pajak kita dipakai untuk menindas aktivis,” dia menambahkan.

Kronologi Pemblokiran Rekening

Sebelumnya, Supriyono alias Botok mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan saldo terutang pada aplikasi mobile banking di ponselnya pada Sabtu (22/8/2026).

Saldo senilai puluhan juta rupiah tiba-tiba tidak bisa digunakan untuk kebutuhan logistik aksi.

“Rekening saya, uang pribadi dan sumbangan teman-teman totalnya Rp 80,9 juta diblokir. Ada buktinya,” kata Botok sambil menunjukkan saldo yang diblokir di aplikasinya.

Botok menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kesewenang-wenangan untuk menekan masyarakat sipil. Ia menceritakan, privasi pelanggan harus dilindungi undang-undang.

“Ini bentuk kezaliman penguasa. Rekening-rekening ini bersifat pribadi, bagaimana bisa rekening sekelas bank pun bisa dikuasai penguasa?” dia menekankan.

Meski dana operasional di rekeningnya belum bisa dicairkan, Botok menegaskan hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menggelar aksi di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.

Untuk urusan logistik dan transportasi massal, ia dan rekan-rekannya akan memanfaatkan sumber daya yang ada secara bersama-sama.

Dia menggarisbawahi, kedatangan aktivis daerah di Ibu Kota murni untuk mengawal aspirasi masyarakat dalam agenda pemberantasan korupsi, bukan untuk menimbulkan kerusuhan.

“Kami bukan teroris, bukan penjahat. Teman-teman kami datang ke Jakarta untuk mengawal aspirasi masyarakat Indonesia, tidak ada niat untuk menimbulkan keresahan. Seharusnya pemerintah dan pihak berwenang memberikan kenyamanan dan keamanan, tapi faktanya serius,” tutupnya.

Penjelasan Bank Mandiri: Perintah Resmi

Menanggapi polemik tersebut, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) membenarkan bahwa rekening Botok telah diblokir.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Andhika Vista menyatakan pemblokiran itu dilakukan atas perintah APH.

Bank Mandiri mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening, kata Andhika Vista pada Minggu (23/8/2026), dikutip dari Tribun Jateng.

Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, lanjutnya.

Namun Bank Mandiri tidak membeberkan lebih lanjut alasan dibalik perintah pemblokiran yang dilakukan APH tersebut.

Di sisi lain, konfirmasi resmi dari pihak kepolisian belum membuahkan hasil.

Upaya Tribunnews.com menghubungi Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto melalui pesan singkat pada Minggu sore belum mendapat tanggapan.

Warga Pati Masih Berangkat ke Jakarta

Meski sempat dilanda terhambatnya dana akomodasi, gelombang dukungan masyarakat Pati dikabarkan belum surut.

Sekitar 100 warga dijadwalkan bergabung dalam kelompok Botok dkk untuk ikut aksi pengawalan RUU Perampasan Aset.

Anggota AMPB, Sutikno alias Paijan Jawi membenarkan, persiapan armada bus terus dilakukan dan jumlah peserta berpotensi bertambah.

Massa kita belum tahu. Kita berharap banyak yang peduli dan mendesak agar RUU Perampasan Aset segera disahkan pada bulan ini, kata Paijan Jawi, Sabtu (22/8/2026), dikutip dari Kompas.com.

Sebanyak dua bus telah disiapkan pada tahap awal dari total target empat armada, seiring dengan perkembangan dukungan donasi di lapangan.

Rombongan warga Pati rencananya berangkat pada Rabu (26/8/2026) malam hingga tiba di Jakarta pada Kamis pagi sebelum aksi demonstrasi dimulai.

Paijan Jawi juga mengingatkan seluruh peserta untuk tetap menjaga kondusifitas dalam menyuarakan pendapat di ibu kota.

“Jangan anarkis, jangan destruktif. Yang penting kita sudah datang,” pungkas Paijan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kapan Saat yang Tepat untuk Memulai Perawatan Anti Penuaan? Dokter Ungkap Usia & Kondisi yang Perlu Diperhatikan
Pertandingan NFL Hari Ini: Apakah Ada Pertandingan Sepak Bola Senin Malam Pramusim Malam Ini? Sekilas Jadwal TV Minggu ke-3
Keributan hebat! Syarat Cawapres Gibran Terancam Hilang karena Dokumen Hilang
Mahasiswa KKN Unimal Tanam Tanaman Herbal di Desa Bayu, Dorong Kemandirian Warga
Mahfud Kecewa dengan Prabowo, rekomendasi Tim Reformasi Polri hanya Panadol
USPS mengeluarkan aturan baru untuk surat suara melalui pos
Bupati Ayahwa Ajak Warga Aceh Utara Rayakan Maulid Nabi, Perkuat Syariat Islam dan Silaturahmi
Mitrial dinyatakan dalam kasus pelecehan seksual terhadap mantan siswa IU

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:29 WIB

Kapan Saat yang Tepat untuk Memulai Perawatan Anti Penuaan? Dokter Ungkap Usia & Kondisi yang Perlu Diperhatikan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:10 WIB

Pertandingan NFL Hari Ini: Apakah Ada Pertandingan Sepak Bola Senin Malam Pramusim Malam Ini? Sekilas Jadwal TV Minggu ke-3

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Keributan hebat! Syarat Cawapres Gibran Terancam Hilang karena Dokumen Hilang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:50 WIB

Mahasiswa KKN Unimal Tanam Tanaman Herbal di Desa Bayu, Dorong Kemandirian Warga

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:18 WIB

Mahfud Kecewa dengan Prabowo, rekomendasi Tim Reformasi Polri hanya Panadol

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE