RakyatPos.id – Parahnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (RI) Dahnil Anzar Simanjuntak terancam dilaporkan kembali ke polisi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua berawal dari tanggapannya terhadap sindiran putra Mario Teguh, Ario Kiswinar Teguh di media sosial Threads.
Dalam sindiran awal, Kiswinar menyebut Vespa butut milik Dahnil hanya memiliki satu kaca spion, dan akhirnya memiliki plat nomor palsu.
Mendapat sindiran tersebut, emosi Dahnil pun terpancing. Apalagi banyak pihak yang turun tangan dan melontarkan sindiran. Tak terima, Dahnil mengancam.
“Sebagai pembelajaran, saya akan melaporkan fitnah @kiswinar secara resmi ke polisi. Dan beberapa akun lainnya juga menyebarkan fitnah. Agar kebiasaan mengumpat dan menebar fitnah bisa dihentikan,” jawab Dahnil, dikutip Harian Massa, Minggu (23/8/2026).
Sejumlah warganet mengaku takut dengan ancaman Dahnil, karena merasa malas berurusan dengan polisi terkait Vespa yang rusak.
Namun netizen lain malah lebih berani dengan terus menelusuri sejarah motor Vespa “palsu” tersebut. Genderang perang telah ditabuh.
Ayo Pak @dahnil_anzar_simanjuntak kita tunggu laporannya. Mari kita laporkan kembali, kata pemilik akun @profesorojol.
Menariknya akun ini berhasil menelusuri sejarah Vespa Butut Dahnil, yang ternyata tidak bohong. Lalu menjadi bohong, karena Dahnil mengganti nomor plat motor dari aslinya 2194 MJ M.
Terlihat dari jejak digitalnya, Dahnil membeli sepeda motor tersebut pada 11 Juli 2026 dengan nomor plat asli AD 2194 MJ.
Dalam penggeledahan diketahui pelat nomor tersebut berasal dari Kabupaten Klaten dengan rincian sepeda motor tahun 1974.
Tanggal 27 Juli plat nomor depan kendaraan dilepas (kemungkinan sedang proses custom plat nomor baru). Tanggal 9 Agustus dipasang plat nomor custom baru, jelasnya.
Inti dari keributan ini adalah plat nomor bea cukai B 6008 DAS yang baru didaftarkan pada 21 Agustus 2026, setelah atau bertepatan dengan pengurusan dokumen dengan masa penggantian (12 hari).
“Pak Wamen bilang tidak percaya dengan apa yang disampaikannya, katanya akan segera mengurus surat-suratnya. Tapi barangnya sudah habis dipakai, dan butuh waktu lebih dari 12 hari baru diurus surat-suratnya. Itu karena ada yang mengingatkan,” imbuhnya.
Eh karena vespanya sudah usang makanya jadi panjang. Jadi pejabat harus jeli dan sabar mendengar kritikan masyarakat.



















