China Punya “Senjata Rahasia” untuk Memburu Jet Siluman AS

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Teknologi ini dikembangkan dalam studi eksperimental oleh para peneliti dari Institut Teknologi Beijing dan Akademi Rudal Lintas Udara Tiongkok.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Dalam uji laboratorium, sistem AI disebut mampu mengidentifikasi tanda tangan inframerah pesawat dengan tingkat akurasi hingga 97,1 persen.

RakyatPos.id – Peneliti senjata Tiongkok mengklaim telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengenali pesawat tempur siluman seperti F-22 Raptor dan F-35 Lightning II melalui tanda inframerah yang mereka pancarkan.

Teknologi ini dikembangkan dalam studi eksperimental oleh para peneliti dari Institut Teknologi Beijing dan Akademi Rudal Lintas Udara Tiongkok.

Dalam uji laboratorium, sistem AI disebut mampu mengidentifikasi tanda tangan inframerah pesawat dengan tingkat akurasi hingga 97,1 persen.

Yang membuat teknologi ini menarik bukan hanya tingkat akurasinya, tapi juga kecepatannya.

Sistem diklaim mampu mengenali karakteristik target dalam hitungan milidetik.

Baca juga: VIDEO Jet Siluman F-35B AS Jatuh di Dekat Pangkalan Udara Miramar California

Jika kemampuan tersebut dapat diterapkan dalam kondisi dunia nyata, teknologi tersebut berpotensi meningkatkan kemampuan rudal pencari panas untuk membedakan pesawat tempur asli dari target palsu atau umpan.

Bagi pesawat siluman AS seperti F-22 dan F-35, pengembangan semacam ini merupakan isu penting.

Pesawat-pesawat ini dirancang untuk mengurangi kemungkinan terdeteksi oleh radar dan sensor musuh.

Namun, teknologi siluman tidak berarti pesawat tersebut tidak menghasilkan jejak yang terdeteksi.

Jejak tersebut salah satunya adalah radiasi infra merah atau panas yang berasal dari mesin dan berbagai bagian pesawat.

Di sinilah AI yang dikembangkan peneliti Tiongkok mencoba berperan.

Daripada hanya mengandalkan pola sensor tradisional, sistem ini dirancang untuk mengenali karakteristik inframerah dengan lebih cepat dan spesifik.

Kemampuan ini pada akhirnya bisa membuat sensor pada rudal menjadi lebih “pintar” dalam menentukan apakah suatu target adalah pesawat sebenarnya atau hanya target pengalih perhatian.

Namun ada catatan penting yang tidak boleh diabaikan.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pengadilan Lil Durk: Pembela Mengklaim Rapper Ditawarkan Secara Tidak Adil sebagai 'Ikan Besar'
Kapan Saat yang Tepat untuk Memulai Perawatan Anti Penuaan? Dokter Ungkap Usia & Kondisi yang Perlu Diperhatikan
Pertandingan NFL Hari Ini: Apakah Ada Pertandingan Sepak Bola Senin Malam Pramusim Malam Ini? Sekilas Jadwal TV Minggu ke-3
Keributan hebat! Syarat Cawapres Gibran Terancam Hilang karena Dokumen Hilang
Mahasiswa KKN Unimal Tanam Tanaman Herbal di Desa Bayu, Dorong Kemandirian Warga
Mahfud Kecewa dengan Prabowo, rekomendasi Tim Reformasi Polri hanya Panadol
USPS mengeluarkan aturan baru untuk surat suara melalui pos
Bupati Ayahwa Ajak Warga Aceh Utara Rayakan Maulid Nabi, Perkuat Syariat Islam dan Silaturahmi

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Pengadilan Lil Durk: Pembela Mengklaim Rapper Ditawarkan Secara Tidak Adil sebagai 'Ikan Besar'

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:29 WIB

Kapan Saat yang Tepat untuk Memulai Perawatan Anti Penuaan? Dokter Ungkap Usia & Kondisi yang Perlu Diperhatikan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:10 WIB

Pertandingan NFL Hari Ini: Apakah Ada Pertandingan Sepak Bola Senin Malam Pramusim Malam Ini? Sekilas Jadwal TV Minggu ke-3

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Keributan hebat! Syarat Cawapres Gibran Terancam Hilang karena Dokumen Hilang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:50 WIB

Mahasiswa KKN Unimal Tanam Tanaman Herbal di Desa Bayu, Dorong Kemandirian Warga

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE